RAKA ADINATA sudah terlalu lama bekerja di dunia perfilman untuk percaya bahwa adegan berbahaya bisa dilakukan hanya bermodalkan keberanian.
Mantan stuntman yang kini menjadi safety coordinator, Raka punya satu aturan yang tidak pernah bisa ditawar: adegan boleh saja berbahaya, tapi orangnya jangan sampai benar-benar celaka.
Di lokasi syuting, Raka dikenal disiplin, galak, dan terlalu cerewet soal keselamatan. Bagi para pemain, berdebat dengannya hampir sama melelahkannya dengan melakukan adegan action itu sendiri.
Sampai Aurelia Adeline datang.
Rhea, wanita berusia dua puluh empat tahun, adalah aktris muda yang sedang naik daun. Cantik, percaya diri, dan terbiasa terlihat sempurna di depan kamera. Sayangnya, peran terbarunya menuntut lebih dari sekadar akting. Ada adegan berkelahi, jatuh dari ketinggian, hingga berbagai stunt yang membuatnya harus menghabiskan berjam-jam latihan bersama Raka.
Rhea tidak suka diatur.
Raka tidak suka orang yang keras kepala.
Maka bisa dibayangkan betapa sering mereka bertengkar.
Namun, di antara latihan stunt, adegan yang harus diulang berkali-kali, kopi setelah shooting tengah malam, dan perjalanan pulang yang semakin sering dilakukan bersama, Rhea mulai melihat sisi lain Raka-laki-laki dewasa yang selalu memastikan semua orang pulang dengan selamat, tetapi lupa menjaga dirinya sendiri.
Sementara Raka mulai menyadari satu hal yang seharusnya tidak pernah terjadi:
Rhea bukan lagi sekadar aktris yang menjadi tanggung jawabnya di lokasi syuting.
Dia mulai menjadi seseorang yang ingin Raka pastikan baik-baik saja, bahkan ketika kamera sudah berhenti merekam.
Masalahnya, Raka berusia tiga puluh tujuh tahun.
Dan Rhea baru dua puluh empat.
Di antara dunia perfilman yang penuh pura-pura, perbedaan usia tiga belas tahun, dan sebuah hubungan yang seharusnya tidak pernah dimulai, siapa yang sebenarnya sedang mempertaruhkan hati?
Wszelkie Prawa Zastrzeżone