cahaya setelah kaca tebal

cahaya setelah kaca tebal

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 21, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
🪞𝒞𝒶𝒽𝒶𝓎𝒶 𝒮𝑒𝓉𝑒𝓁𝒶𝒽 𝒦𝒶𝒸𝒶 𝒯𝑒𝒷𝒶𝓁 🕊️ tentang seorang anak yang tubuhnya di buat eksperimen oleh orang yang sangat obsesi dengan gender ke duanya yang sangat dominan. eksperimen yang sangat ekstrim tubuh nya di paksa bercampur dengan gen hewan yang membuatnya menjadi manusia setengah hewan ( heybitd ) bukan hanya itu tubuhnya di paksa menerima zat zat aneh entah itu apa yang terus di suntik kan ke tubuhnya anak berusia 4 tahun itulah yang harus menerima semua penderitaan ini tidak lain adalah " Jilan " segelap nya malam pastinya tetap ada secercah cahaya yang menerangi malam itu dan ini yang juga di rasakan oleh nya apakah secercah harapan itu akan terwujud?
All Rights Reserved
#868
fantasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Babysitter, Bung
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM
  • Bukan Sembarang Figuran
  • AVISENA
  • Stuck Between The Pags
  • THE DUCHESS OF LANCASTER : A Tale of Two Lives (END/COMPLETED)
  • XAVIER : The Silent Guardian

"Aku ingin kau menjaga putraku... dan teman-temannya." Naraska mengernyit. Kata-kata itu terasa janggal di telinganya. Di seberang meja kerja, Rajendra C. Lysander duduk tegak, menatapnya lurus sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di permukaan kayu. "Aku tahu ini terdengar aneh," suara Rajendra berat, sarat kelelahan. Di tangannya, selembar kertas bisnis terjepit tanpa benar-benar ia baca. "Tapi aku akan pergi selama tiga bulan untuk perjalanan bisnis. Jadi aku membutuhkan bantuanmu." Naraska menarik napas. "Aku tidak keberatan, Paman. Tapi... mengapa harus aku? Mereka sudah mahasiswa. Bukankah mereka bisa menjaga diri mereka sendiri?" Rajendra terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. Tatapannya beralih ke luar jendela, seolah mencari jawaban pada langit senja di balik kaca. "Putraku dan teman-temannya telah tinggal di rumahku selama 5 bulan," ucapnya pelan. "Mereka tengah bersiap untuk mengikuti pertandingan Battle of the Bosses. Karena mereka meminta cuti, jadwal belajar mereka bersama pengajarnya semakin padat." Naraska menautkan alis. "Kalau begitu, mengapa aku perlu mengawasi mereka? Bukankah guru itu cukup?" Mata Rajendra kembali beralih padanya, kali ini tajam dan penuh arti. "Itulah," katanya singkat. "Yang ku ingin kau awasi"

More details
WpActionLinkContent Guidelines