Di balik hukum dan moralitas yang dipatuhinya, seorang pengacara handal justru melakukan pelanggaran terbesar dalam hidupnya.
Bagi Ruka, hidupnya adalah deretan logika dan aturan hukum yang tak boleh dilanggar. Namun, pernikahannya yang dingin dengan Ahyeon, seorang dokter bedah yang perfeksionis, meninggalkannya dalam ruang hampa.
Pharita sendiri terjebak dalam pernikahan formalitas yang sepi bersama Rora, suami berdarah dingin yang hanya memandangnya sebagai pelengkap status sosial.
Pertemuan tak sengaja di Kalila Bakery, di tengah hujan deras menjadi awal dari retaknya benteng pertahanan mereka. Di balik aroma roti yang hangat, Ruka menemukan tempat di mana ia tak perlu bersikap sempurna, sementara Pharita menemukan kehangatan yang selama ini ia rindukan. Berawal dari tempat berteduh, perasaan itu tumbuh menjadi candu dan obsesi yang melumpuhkan akal sehat.
Sebagai seorang pengacara dan pemilik bisnis, Ruka dan Pharita tahu betul batas moral serta norma yang mereka langgar. Hubungan ini salah, berisiko, dan berpotensi menghancurkan empat kehidupan sekaligus. Namun, di tengah rasa bersalah yang terus mengikis nurani, rasa nyaman dan didengar yang terlanjur mengakar membuat keduanya tak sanggup berbalik arah. Bisakah ketenangan yang hanya "pinjaman" ini bertahan, ataukah bom waktu itu akan meledak dan meruntuhkan segalanya?
Todos os Direitos Reservados