To My First

To My First

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 22, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Love Triangle
First Love
Destined Love
Brian terdiam beberapa saat ketika Mia mengatakan ingin putus dengannya. Kekasihnya ini sepertinya tidak bercanda. Saat gadis itu bercanda, marah, gelisah dan sebagainya Brian pasti tahu persis bagaimana sifat kekasihnya yang telah tiga tahun menemaninya. Hanya satu kata yang keluar dari mulut Brian. "Kenapa?" "Lima menit...?" Ucap Mia sambil berusaha tersenyum. Brian menegang. Ia tahu apa yang di maksud kekasihnya itu. Jika waktu bisa di putar Brian ingin menahan kekasihnya itu agar tetap bersamanya bukan hanya terdiam di tempat melihat Mia pergi begitu saja. Bagaimana pun Mia adalah gadis pertama yang ia ajak sebagai kekasihnya. Di sisi lain setelah Mia pulang pasca putus dengan Brian. Mia tidur terlentang melihat langit atap kamarnya. "Haruskah aku pindah kampus?" Pasalnya ia masih satu tahun lagi untuk lulus kuliah. Ia takut jika tiba-tiba memeluk Brian dan melupakan fakta bahwa mereka baru saja putus. Tapi Mia cukup bisa bernafas sekarang karena tidak perlu lagi menunggu seseorang yang sudah jelas tidak mencintainya. Sebenarnya kejadian lima menit tidak ada artinya di banding hal lain yang lebih menyakitkan. Tapi Mia menyadari dari hal kecil saja Brian tidak bisa. Jadi apalagi yang harus Mia pertahankan? To my first love, Brian. Kenapa harus kamu? ••••••••••••• Brian Ezkiel Mackenzie Mia Grace
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You Are My Sunshine ✔️
  • [Complete] KAWAN 2 ©2021| AU Rocket SKY
  • There's Annoying Guy Right Here
  • LATE
  • encounter ; mjh ✔️
  • Belahan Jiwa
  • My Married Life ✔
  • [2] Heart Road
  • "Hyung" Exo
  • Jodoh di Tangan Netizen II Yeonjun Ryujin ✅

Hidup bagiku adalah sebuah kutukan. Tidak kumengerti kenapa orang menghargai kehidupan. Mati. Itu yang aku inginkan. Karena bagiku, kedua hal itu tidak jauh berbeda seperti yang kujalani sekarang. Apakah kematian jauh lebih baik dari kehidupanku? Namun semua berubah ketika aku bertemu denganmu. Kau mengenalkanku apa itu 'hidup', mengenalkan aku realita. Hidup dengan topeng bukanlah hal yang kuinginkan. Dan kau membantuku membuka 'topeng' itu... Menjadikanku apa adanya, membuatku mengenali siapa diriku sebenarnya. Bagai mentari, kau memberikan aku kehangatan yang tidak pernah kurasakan sebelumnya, menyinari ruang gelapku lewat celah kecil dan menyelinap. Membuatku menyadari masih ada harapan, ... untuk bisa menjalani hidup. Untuk itu, Terima kasih, ... dan maaf... Jika akhirnya aku mencintaimu. "Hidupmu bukanlah suatu kesialan. Hidup adalah anugerah yang harus kau syukuri. Hidupmu berharga, dan kau pun berharga. Orang lain akan mencintaimu, jika kau mencintai dirimu sendiri." Begin [27-10-2018] Ending [5-1-2019]

More details
WpActionLinkContent Guidelines