bound by obsession

bound by obsession

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 29, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Love Triangle
Happy Ending
Mafia
BOUND BY OBSESSION Putri Harmwan bukan tipe perempuan yang mudah dicintai. Dia terlalu bebas, terlalu friendly, terlalu suka bermain-main dengan perasaan orang lain. Kehidupannya dipenuhi pesta, pergaulan, dan kesalahan yang selalu ia sembunyikan di balik senyumnya. Semua orang tahu Putri punya sisi liar-dan sebagian besar memilih untuk menjauh. Tapi tidak dengan Matteo dan Alessio. Mereka tahu seperti apa Putri sebenarnya. Mereka tahu sisi buruknya, masa lalunya, bahkan cara Putri memperlakukan hubungan dengan begitu bebas. Namun anehnya, semakin mereka mengenal Putri, semakin sulit bagi mereka untuk berhenti menginginkannya. Awalnya hanya ketertarikan. Lalu berubah menjadi rasa memiliki. Dan tanpa mereka sadari, perasaan itu tumbuh menjadi obsesi. Putri mungkin bukan perempuan yang seharusnya mereka cintai. Tapi justru perempuan seperti Putri yang membuat mereka tak mampu pergi.
All Rights Reserved
#25
cintasegitiga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines