Where Yesterday Still Blooms

Where Yesterday Still Blooms

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 24 hours ago
WpInfo
Fiction
Romance
First Love
Second Chance
Slow Burn
Dulu, Vincent bernyanyi untuk Daisy. Sekarang, Vincent bernyanyi di hadapan ribuan orang. Sementara Daisy bahkan tidak lagi menjadi bagian dari hidupnya. Delapan tahun telah berlalu sejak perpisahan mereka. Vincent mendapatkan mimpinya sebagai musisi terkenal, Daisy menemukan jalannya sendiri sebagai Zoo Guide. Keduanya seharusnya sudah meninggalkan masa lalu. Namun sebuah pertemuan mempertemukan kembali dua hati yang pernah saling memiliki, membawa kenangan yang belum sepenuhnya mati dan alasan perpisahan yang belum pernah mereka ketahui. Jika masa lalu kembali mengetuk pintu, apakah mereka akan membukanya? Dan ketika orang yang selalu tahu bagaimana membuat dunia mendengarkan suaranya justru kehilangan arah dalam hidupnya sendiri... Siapa yang akan membimbing sang penyanyi pulang? •---------• DISCLAIMER •---------• Cerita ini sepenuhnya fiksi. Nama tokoh, band, lokasi, tempat, maupun kejadian tidak berkaitan dengan kehidupan nyata. Jika terdapat kesamaan, hal tersebut tidak disengaja. Dialog dalam cerita menggunakan gaya bahasa semi-baku yang disesuaikan dengan karakter dan situasi.
All Rights Reserved
#129
fiksiremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines