CINTA KITA

CINTA KITA

  • WpView
    OKUNANLAR 815,888
  • WpVote
    Oylar 38,911
  • WpPart
    Bölümler 41
WpMetadataReadTamamlanmış Hikaye Cts, Ara 17, 2016
"Aku tau kamu nggak setuju dengan perjodohan ini" ucapnya.. Iya..itu sebelum tahu kamu yg akan daddy jodohkan..sekarang aku mau.. "Tapi aku sudah berjanji pada daddy mu untuk selalu menjagamu, apa kamu tak keberatan jika aku menjaga kamu dan juga hatimu??" Sungguh aku melongo dibuatnya,, wait?? Tangannya!!! Yah tangannya merogoh saku celananya dan kotak merah kecil kini keluar dari saku ajaibnya.. "Memang ini sangat cepat, tapi entah mengapa setelah melihat kamu aku langsung setuju dengan papah dan daddy mu, aku tak memaksa kamu menjaga hati aku, cuman ijinin aku buat jaga hati kamu" Aku menghela nafas,, tak bisa berkata apa2..padahal hatiku terus berteriak agar menjawab mau.. "Apa kamu mau?" tanyanya Sempat terdiam, namun akhirnya aku mengangguk,, dengan senangnya iia tersenyum dan langsung meraih tanganku, menyematkan cincin yang indah di jari manisku. Mungkin benar kata gritte, pertemuan ke 4 ini.. Mudah2an kami memang berjodoh. *** tak selamanya perjodohan itu menyeramkan.
Tüm hakları saklıdır
#38
fandom
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Dia Bahagiaku
  • AKU SUDAH MEMAAFKAN MU
  • Strength In The Heart
  • Fragile
  • It's Complicated Love Story
  • My Naughty Girl
  • Bidadari Surga
  • Beautiful Disaster
  • Ali Alfikri [Selesai]
  • My Cool Teacher (End)

Prilly merebahkan dirinya di kasur yang sudah sepuluh tahun ia tinggalkan ke Amerika. Dia rindu bermain dengan Alan. Tetangga samping rumahnya yang dulu sering bermain dengan dia. Tapi, yang sebenarnya Prilly rindukan adalah kembaran Alan. Dari kecil, ia tidak pernah mau diajak main bersama. Sampai terakhir, dia ingin mengatakan iya menerima tawaran Prilly tapi dia urungkan karena tiba-tiba Alan datang. "Pril, ayo ke rumah Om Marafa."panggil Airi, bunda Prilly. "Wahh... Prilly makin cantik aja."Nura, mama Alan berkata ketika keluarga Prilly sampai di rumahnya. "Makasih tan."Prilly. "Prilly??"Alan berlari memeluk Prilly. "Hai Lan?" "Lho, anak kamu yang satunya mana?"Tanya Izama, ayah Prilly. "Dia jadi berandalan Za. Dia nggak pernah dengerin aku lagi."Marafa. Izama hanya mengangguk. Dia tahu, sebenarnya Rafa yang tidak pernah mendengarkan si kembar yang satu lagi. Memang benar, Prilly dekat dengan Alan tapi dia dekat dengan si kembar satunya. Anak itu sering menangis dipelukannya dan cerita kalau ayah dan bundanya selalu pilih kasih. Dia tidak sepintar Alan, dia tidak pernah bisa dibanggakan karena nakal dan selalu bikin ulah. Tapi Izama lebih menyukainya, karena dia memiliki skill beladiri yang tinggi, pendengaran dan penglihatannya sangat sensitive, Izama berencana menjadikan dia penerusnya di bidang sniper dalam satuan KOPASSUS. "Ali, kamu darimana?"Rafa mulai emosi. "Sekolah, Ali kan pakai seragam, ohh... atau ayah nggak pernah merhatiin Ali, basi."Ali hanya berdiri diam, tidak menoleh sama sekali. "Kok bajunya kotor gitu Li? Kamu berantem lagi?" "Apa peduli bunda sih? Anak kesayangan bunda Alan kan? Ali nomor terakhir, cuma sampah yang seharusnya dibuang."Ali berjalan ke kamarnya. Ini cerita pertamaku, tolong dibaca ya? kalau suka silahkan di vote, kalau ada kekurangan silahkan di coment, terimakasih semua.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi