G.O.U
  • WpView
    Reads 1,239
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 7, 2015
Life's Limit adalah sebuah istilah yang mengacu pada sistem dunia saat ini. Jika kau hidup tanpa berpikir, usiamu akan lebih dari 100 tahun. Jika kau menggunakan otakmu untuk menggapai kejayaan hidup, usiamu akan berkurang setengahnya. Jika masa hidupmu sudah habis, kau akan mengalami gagal jantung secara tiba-tiba. Intinya, jatah hidupmu = bagaimana kau me-manage otakmu untuk berpikir. Hingga suatu hari, kejadian yang tak pernah terjadi sebelumnya menghantui masyarakat Southern District. Tercatat, ada dua pulu satu orang pemuda berusia belasan tahun meninggal dalam jangka waktu dua bulan terakhir. Dan indikasi kasus itu mulai disambung-sambungkan dengan sebuah forum internet yang bernama 'Law Game'. Seorang pemilik akun EMIL yang tak lain bernama Liem dicurigai sebagai otak pembunuhan 21 remaja melalui konspirasi dan permainan otak yang berjudul "Keadilan". Liem memang seorang yang anarkis, bahkan pola pikirnya menyerempet ke arah rasisme. Tapi disamping itu, Liem adalah seseorang yang rasional. Ketika mimpi buruk Liem yang menjelma menjadi pemuda yang berlakon sebagai sahabat masa lalunya muncul dengan berita mengejutkan itu, apa yang akan Liem lakukan?
All Rights Reserved
#802
sci-fi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mythology Universe (1) : HIRAETH
  • Detektif Supranatural
  • Benevolence of fate (Tamat)
  • Skies dër Heksa
  • I Live Again to be Happy -Su Jia Limei-
  • Lily Kacamata - [ COMPLETED ]
  • Saya Ternyata Menjadi Grand Master (Tamat) ✔
  • in ROOM

All Genre's :Mythic Fantasy, Sciene Fiction, Futuristic Era, Adventure, School Life, Paranormal. Sejak kecil, Jace Damian Harrison tak memiliki teman. Orang-orang menganggapnya pembawa sial, karena siapapun yang berteman dengannya sebagian besar selalu meninggal. Bertahun-tahun hidup tanpa teman, membuatnya terbiasa sendirian. Aura kematian yang selalu dilihatnya hampir setiap hari terasa sangat biasa. Dia takkan repot-repot menghampiri orang itu dan berkata, "Kau akan mati." Namun, Jace tak pernah merasakan kematiannya sendiri. Ternyata rasanya biasa saja. Yang tidak biasa adalah dirinya bertemu dengan ayah yang tak pernah dijumpai seumur hidup. Ayahnya pun tampak tak ingin berlama-lama menghabiskan waktu bersamanya. Jace dilempar ke dunia aneh. Dia tak bisa pulang. Sama sekali. "I want to go home, but I don't know where is my home." *** [Semua yang ada di sini hanyalah fiksi. Jika ada kesamaan nama, tokoh, dan tempat, itu hanyalah kebetulan. Diharap jangan memplagiat, karena membuat cerita bukanlah hal seenteng merobek buku.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines