DYING
  • WpView
    LECTURAS 275
  • WpVote
    Votos 44
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadConcluida dom, jun 14, 2015
We Own the Night~ Ketika kita berdua bercanda ria di bawah naungan langit. Kita merasa dunia hanyalah sebatas mimpi. Dan kita mencoba tertawa layaknya esok adalah hari akhir. Tapi, akankah mimpi kita berakhir? Beribu bintang, tata surya dan galaksi mengawasi kita, layaknya orang tua yang mengawasi anak kecil. Oh takdir, mengapa engkau sangatlah rumit? Kau memutuskan segala nasib tanpa memperlihatkan rasa belas kasih. Kau meninggalkan kami sekarat, tanpa harapan dan berakhir di sini. Ini adalah malam di mana kita akan menyaksikan dunia berakhir. Harapan demi harapan meluap melalui Amygdala, hanya untuk memastikan bahwa kita akan bertahan malam ini. Jika ini adalah malam terakhir. Akankah kita melupakan semua harapan dan mimpi telah yang kita lalui? arsyr04~
Todos los derechos reservados
#53
nyawa
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • OBOR PITU
  • Titik Yang Benar
  • Penguasa Alam Ghaib
  • Iyrin: Di Balik Sayap dan Bisikan
  • Bond Of Revenge
  • Menjaga Monster
  • Cold Eyes
  • Ice Love [COMPLETE]✔

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido