Nightmares: The night that never ended

Nightmares: The night that never ended

  • WpView
    Reads 690
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 1, 2015
Libur Sekolah yang seharusnya menyenangkan berubah Drastis ketika mereka Sampai di Villa Baru Milik keluarga Antonius.. Satu........... Dua............. Tiga............ Empat......... Lima........... Siap atau tidak! Aku akan Datang!!! suara Gadis kecil yang sedang menghitung terus terdengar berulang-ulang. Serra Dan yang lainnya mulai takut dengan teror yang terus mendatangi mereka. Dion Bersikukuh Kalau semua itu bukan ulah hantu... Tapi manusia yang haus Darah.. Mereka bingung mana yang benar... Disaat mereka mencoba lari dari ketakutan... Hantu kecil itu datang dan mengajak Bermain petak umpat.. Permainan Yang membawa mereka Ke Gubuk Di tengah hutan yang penuh dengan Kerangka Manusia!! Dan yang lebih Parah.. Sang pemilik Gubuk kembali dengan Membawa Kapak yang siap Menebas siapapun!! Cover By Arsverza
All Rights Reserved
#343
psychopat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang dirinya [End]
  • Kelam
  • The Blood
  • Alexandra's Memories
  • SIRAUT SIRAH [REVISI]
  • Petaka Kesempurnaan
  • Koridor Sekolah ✔ ||  (TELAH TERBIT) ||
  • Hantu Jubah Hitam
  • Kutukan Tumbal
  • Ghost Local

[BELUM REVISI] Aurel dengan status murid baru harus menghadapi berbagai musibah yang harus ia terima. Sekolah yang menurutnya sedikit aneh ini terlihat sedikit menyeramkan karena seperti 'terkutuk'. Bagaimana tidak? Sekolah itu akan terlihat tua pada jam tertentu, entah bagaimana ceritanya. Hal itu pula yang membuat dirinya harus bertemu dengan hantu wanita penunggu sekolahnya. Ia juga harus membantu wanita itu, karena jika tidak wanita itu akan terus menghantuinya dan mungkin saja dirinya akan menjadi korban selanjutnya juga. Namun, tidak semudah itu untuk membantunya karena baru beberapa minggu saja ia sudah ditimpa musibah yang lain. Termasuk pertemuan singkat dengan laki-laki lain. Ia juga merasa nyaman di dekat lelaki itu, bahkan mungkin bisa dibilang sangat nyaman. Hingga ia lupa tujuannya untuk membantu hantu wanita di sekolahnya. * * * Cover by : Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines