a Chance ?

a Chance ?

  • WpView
    Reads 3,691
  • WpVote
    Votes 453
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 22, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Oke ini klise. Gue (dulu) adalah cowok tenar di sekolah. Gue (dulu) adalah cowok aktif di sekolah. Gue (dulu) adalah penakluk wanita. Gue (dulu) adalah bad boy di sekolah. Gue (dulu) adalah player sejati. Tapi. Semua mendadak berubah gara-gara ada satu cewek yang naksir gue mati-matian. Gue gak tau kenapa yang jelas dia bukan tipe gue banget jadi sesering dia nembak gue di sekolah, entah di depan orang banyak atau sembunyi-sembunyi, sesering itu juga gue mempermalukan cewek itu. Dan lo pasti tau cewek itu gak bakal jera. Eits, jangan lo kira gue terus berakhir sama dia. Dia adik kelas dua tingkat dari gue, dan selama hampir setaun gue mati-matian berharap agar dia enyah dari hidup gue, akhirnya doa gue dikabulin. Gue kuliah di luar kota, udah hampir dua tahun gue nggak ketemu cewek setipe dia. Dan lo tau apa?! GUE KENA KARMA! *** -aC- © Juli 2015
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Taken Slowly
  • The Gorgeous Devil
  • Me Vs Adik Kelas
  • 30 Days and Dare [Chanbaek-END]
  • Gue (Nggak) Jelek! [Completed]
  • Maria Broken Heart To My Love(Slow Update)
  • Hate or care
  • Different

MAUVE Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, 'kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo. MILO Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines