Red Gate, Darkest Heaven

Red Gate, Darkest Heaven

  • WpView
    Reads 159
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 12, 2015
Genre : action, sci-fi, psychological, fantasy, romance, adventure Raven Woodley, manusia 'terkutuk' yang memperoleh kemampuan setelah mengalami mutasi genetik akibat tubuhnya disuntik narkoba jenis baru oleh organisasi terlarang di distrik Andromeda. Mata kirinya yang kini bermutasi berwarna merah darah menjadi incaran organisasi terlarang sebagai senjata untuk perang dunia yang dinamakan "Darkest Heaven". Untuk melindungi diri dan membalaskan dendamnya, ia bergabung dengan sebuah organisasi dalam bidang industri kimia bernama "Red Gate"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • Am I the Reincarnation of a Goddess?
  • TroubleKiller Season 2
  • Serenityium, Luminous Equation The Scientific Fates And Equilibrium of Fantasy
  • Limited Time Antagonist [END]
  • Crimson Veil
  • 𝔼𝕊𝕋𝔸𝔽𝔼𝕋 𝕋☠️𝕏𝕀ℂ [ Re-up. New version ]
  • All Main Characters Love Me

Raina, gadis 16 tahun dengan rambut sebahu dan tatapan selalu penasaran, berdiri terpaku di depan rumah tua yang diwarisi dari neneknya. Bangunan itu berdiri seperti bangkai raksasa di tengah desa kecil bernama Windmere, penuh dengan tanaman rambat dan cat yang mengelupas. Tapi yang paling menarik perhatian Raina bukan dindingnya, melainkan cermin besar di loteng, berbingkai perak dengan ukiran aneh seperti simbol bintang, mata, dan akar pohon. "Aneh... kenapa cermin ini dingin sekali, padahal lotengnya panas," gumam Raina, meletakkan tangannya di permukaannya. Begitu jari telunjuknya menyentuh simbol di sudut kanan atas, udara di sekitarnya bergelombang. Cermin itu bersinar lembut biru, dan permukaannya mulai berputar seperti pusaran air. Sebelum Raina sempat mundur, sebuah suara terdengar di dalam kepalanya: "Pewaris Cahaya, waktumu telah tiba." Dan dalam sekejap, tubuhnya tersedot ke dalam pusaran itu. Raina terjatuh di atas rerumputan ungu dan langit jingga - dunia asing yang tampak seperti mimpi dan mimpi buruk bersatu. Makhluk bersayap perak melayang di udara. Pohon-pohon berbisik. Di kejauhan, berdiri sebuah menara kristal yang memancarkan sinar ke langit. "Selamat datang di Aetheria," kata seorang anak laki-laki sebaya yang tiba-tiba muncul di sampingnya. "Kami sudah menunggumu selama dua abad."

More details
WpActionLinkContent Guidelines