Obsession [HinaNaru] Naruto Fanfiction

Obsession [HinaNaru] Naruto Fanfiction

  • WpView
    GELESEN 778
  • WpVote
    Stimmen 40
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadErwachseneninhaltAbgeschlossene Geschichte Do., Juni 11, 2015
"Naru kenapa sendirian?" tanya gadis berparas polos . . "Naru sendirian, semuanya suka bermain tanpa Naru. Kamu siapa? Apa kamu juga kesepian?" . . "Aku Hinata, aku juga sendirian, tapi aku tidak ingin Naru sedih. Naru mau jadi teman Hinata?" . . "dan semua yang menjahati Naru akan Hinata habisi..... hihihii" tawa yang terdengar miring bergema dengan mengerikan dari bibir mungilnya. Warning: Miss Typo[s], Gore, but happy ending, death chara? Absolutely, Duh!
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Destiny
  • -DAMN HEART-
  • Suffering
  • Prank so Sweet ✓
  • Love For Hinata (Naruto x KnB)
  • A Long Time (END)
  • FORGIVE ME
  • My Doll. ✅
  • Mirai no Yakusoku (Janji Masa Depan)
Destiny

Isekai Bagi Hikari hanya sebuah genre komik yang sering dia baca, tapi apa jadinya jika dirinya sendiri malah terjebak dan mengalami kejadian persis seperti komik dan novel bacaannya. ------------ Jarak di antara mereka hampir hilang. Hinata bisa merasakan napas hangat Shikamaru di atas kulitnya, begitu dekat hingga setiap helaan napasnya mengirimkan sensasi yang menjalar di sepanjang punggungnya. Tangannya masih bertumpu di pinggangnya, menggiringnya dalam gerakan yang seakan hanya mereka berdua yang tahu ritmenya. Lalu, tanpa peringatan, Shikamaru menundukkan kepala sedikit, mendekat ke sisi lehernya, tepat di bawah telinganya. "Hinata..." ------- Tangan Sasuke yang tadi masuk saku sekarang bertumpu di pagar balkon, tepat di sampingnya. Dia tidak menyentuhnya, tapi kehadirannya terasa begitu nyata. Hinata bisa mencium aroma jasnya yang masih menyimpan sisa dingin udara malam. "Dan saat aku seperti ini, kau juga tidak tahu?" Sasuke bertanya lagi, nada suaranya rendah dan dalam. Jari Hinata sedikit mencengkeram gaunnya.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien