We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
A Sudden Green

A Sudden Green

  • WpView
    Reads 9,205
  • WpVote
    Votes 139
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 22, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Hidupnya secerah mentari. Tak salah jika aku menggunakan ungkapan ini, karena senyumannya bagaikan bintang tercerah yang bisa menyilaukan mata siapapun. Ia selalu bersikap positif terhadap semua hal. Semuanya, secara harfiah. Ia menyayangi semua yang ada di sekelilingnya. Ia menyukai basket, buku, dan tanaman--lebih spesifik, kaktus. Yang jelas, tidak berhubungan dengan perempuan. Dan, terkadang ada saat hal-hal kecil selain yang diatas bisa membuatnya bahagia. Namun itu dia yang dulu. Dulu dia kuning, cerah. Sekarang ia biru, sendu. Aku yakin ia memiliki alasan di balik semua itu. Aku ingin menjadi hijaunya. Aku ingin mengembalikan senyumnya yang dulu. Yang menghangatkan hatiku. Copyright, 2015 by alxyzhmr Cover by farfalla-
All Rights Reserved
#159
teenlife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • That Day: Long Before
  • Forever Friends ( End )
  • A-KU & A-MU
  • Harapan
  • AKSARA LARA(END)
  • SHANA (SELESAI)
  • Sepotong Kata yang Tak Selesai

Maaf telah menyukaimu, aku melewati hari-hari dengan hati yang gemetar setiap kali melihatmu, merindukan tatapan matamu yang memancarkan kehangatan. Segala kata-kata yang terpendam dalam hatiku, aku tuangkan dalam setiap tulisan ini. Setiap kalimat menggambarkan perasaanku yang tak terungkapkan dan mencoba menggapai impian untuk mendekatimu meski hanya melalui tulisanku yang tak ada artinya lagi untukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines