Story cover for A Sudden Green by alexyzheimer
A Sudden Green
  • WpView
    LECTURAS 9,204
  • WpVote
    Votos 139
  • WpPart
    Partes 7
  • WpView
    LECTURAS 9,204
  • WpVote
    Votos 139
  • WpPart
    Partes 7
Continúa, Has publicado jun 12, 2015
Hidupnya secerah mentari. Tak salah jika aku menggunakan ungkapan ini, karena senyumannya bagaikan bintang tercerah yang bisa menyilaukan mata siapapun. Ia selalu bersikap positif terhadap semua hal. Semuanya, secara harfiah. Ia menyayangi semua yang ada di sekelilingnya. Ia menyukai basket, buku, dan tanaman--lebih spesifik, kaktus. Yang jelas, tidak berhubungan dengan perempuan. Dan, terkadang ada saat hal-hal kecil selain yang diatas bisa membuatnya bahagia.

Namun itu dia yang dulu. 

Dulu dia kuning, cerah. Sekarang ia biru, sendu.

Aku yakin ia memiliki alasan di balik semua itu. Aku ingin menjadi hijaunya. Aku ingin mengembalikan senyumnya yang dulu. Yang menghangatkan hatiku.

Copyright, 2015 by alxyzhmr
Cover by farfalla-
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir A Sudden Green a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
You're Here, But Not For Me de MyMiela
8 partes Continúa
Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.
Not Me & Not Mine de elsyaqif
22 partes Continúa Contenido adulto
Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief
Quizás también te guste
Slide 1 of 6
That Day: Long Before cover
SHANA (SELESAI) cover
Lumière & Kaifer: A Tale of Us  cover
You're Here, But Not For Me cover
Harapan cover
Not Me & Not Mine cover

That Day: Long Before

15 partes Concluida Contenido adulto

Maaf telah menyukaimu, aku melewati hari-hari dengan hati yang gemetar setiap kali melihatmu, merindukan tatapan matamu yang memancarkan kehangatan. Segala kata-kata yang terpendam dalam hatiku, aku tuangkan dalam setiap tulisan ini. Setiap kalimat menggambarkan perasaanku yang tak terungkapkan dan mencoba menggapai impian untuk mendekatimu meski hanya melalui tulisanku yang tak ada artinya lagi untukmu.