HOPE
  • WpView
    Reads 259
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 1, 2015
Tiba-tiba dia datang ke kehidupan ku. Tiba-tiba dia mencuri hati ku. Tiba-tiba dia membuat ku terbang ke awan lalu terhempas dengan cepat kembali ke tanah. Tiba-tiba dia merubah kehidupan ku. Dan tiba-tiba sesuatu mulai terbongkar. Hanya HARAPAN yang kini menemani ku. Hanya HARAPAN yang ku temui saat ini. HARAPAN aku tak mengenalnya, HARAPAN ku tak menanggapinya, HARAPAN aku tidk jatuh pada pesonanya dan HARAPAN agar aku dapat melangkah kembali. Ini aku dan kisahku. Aku, Christina Carnela Wimana, akan mulai melangakah dengan bergandengkan HARAPAN~ ------------------------------------------------------------------------------- Haiiii ini cerita pertama ku, jadi aku harap maklum atas segala ketidak jelasan, ketypoan, dan lain sebagainya. Aku harap, kalian enjoy! Tq XOXO
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Past Keeper : Naserin Dante
  • Perjalanan Cintaku...
  • Grisella Laurensa
  • Shadows of the Main Story
  • Angkasa (Forget Me Not)
  • Pretty's On The Inside [TAMAT]
  • REGATHAN [END]
  • Different [END]
  • Mysophobia (sedang di REVISI)
  • 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐝𝐮𝐚 𝐬𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐮𝐭𝐫𝐢

Berhari-hari aku berakhir di Dermaga Lama karena salah naik bus untuk pulang. Berkali-kali aku berakhir di tempat yang aku tidak inginkan. Tempat di mana berdiri patung seorang pahlawan tempat aku tinggal sekarang. Malasan namanya. Seorang perompak terkenal yang dipuja-puja seluruh warga. Seorang perompak gila yang dihapus catatan kriminalnya dan dijadikan pahlawan karena membantu kerajaan yang memerintah dahulu kala untuk menghalau pasukan laut kerajaan seberang. Bahkan ketika aku selesai membaca buku riwayat hidupnya yang aku dapat di perpustakaan, aku masih tidak menemukan kenapa orang-orang memujanya. Wanita di balik meja memandangku sebentar lalu tersenyum. "Bagaimana Malasan?" "Tidak tahu." Jawabku sambil mendelikkan bahu. "Saya tidak kenal." Senyum wanita itu semakin lebar sambil melirikku dari balik kaca matanya. "Kau akan jatuh cinta pada Malasan." Tiga hari berturut-turut aku kembali berakhir di Dermaga Lama. Apakah aku salah naik bus saat transit? Berdiri dengan sebelah tangan di pinggang dan sebelah lagi memegang gelas jeruk, aku memandang patung Malasan. Kepalaku mendongak melawan sinar matahari untuk menantang tatapan Malasan dengan ekpresi percaya dirinya itu. Tidak butuh lima menit ketika aku mulai mendengar suara dengungan di telingaku. "Aku menyerah." Kataku. "Aku tidak tahu apa yang kamu inginkan hingga berkali-kali kamu bawa aku ke tempat ini. Sudah cukup, aku menyerah padamu." . Naserin harus pindah dari kota metropolitan besar ke suatu kota kecil di ujung negaranya. 'Kecelakaan' yang terjadi di tempat kerja lamanya membuat Serin harus beradaptasi dengan lingkungan hidup dan tempat kerja yang baru. Bisakah Serin beradaptasi dengan lingkungan yang berbanding terbalik dengan tempat dia hidup dan dibesarkan sebelumnya? Ataukah Serin harus menghadapi sesuatu yang lebih dari yang pernah dia bayangkan? Jatuh cinta pada Malasan misalnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines