Sweet Sorrow

Sweet Sorrow

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 13, 2015
Tidak selamanya hujan itu simbol kesedihan... Tidak selamanya hujan seolah merasakan kesedihan yang dirasakan ku.... Tidak selamanya hujan mengiringi tangisku.... Karena Hujan mengajariku sesuatu... Merindukan seseorang dalam hujan... melafalkan nama seseorang ketika jiwa ini menghitung tetesan hujan.... Aku merindukanmu -Rindu- Kehadirannya tak pernah kuduga, datang merubah hidupku menjadikan aku yang dulunya hanyalah siluet gelap menjadi sinar terang diantara bintang bintang. -Bara- Gadis seperti apa dia? dia merubah arus perasaan yang ada di relung hatiku... membolak balikan logika yang kupunya dan memompa detak jantung yang dahulu hanya milik sesorang. Apa yang terjadi padaku? -Rendi- Dia menjauh ketika diri ini menyadari sesuatu yang selalu mengepakan sayapnya di dalam hati ini. Dia berubah seolah menghapus bayangan diriku dalam hidupnya... -Cinta- Hidupnya sudah hancur karena aku, seandainya aku tidak dilahirkan... waktu seolah tidak berpihak pada kami.....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • HUJAN WAKTU ITU
  • untuk damai
  • 31 Months for You (Revisi)
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • Shadow That Fades
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Dalam Rintik yang Sama
  • Gadis Hujan
  • Behind the Silence

Raina mencintai hujan, lebih dari apa pun. Ada ketenangan dalam setiap tetesnya-seolah langit paham cara menyentuh luka yang tak terlihat. Di balik senyum tipis dan tatapan yang tenang, tersimpan cerita yang tak semua orang tahu. Ia bukan gadis yang suka bercerita. Tidak tentang mimpi-mimpinya, tidak tentang ketakutannya yang diam-diam menjerat. Laut adalah satu dari sedikit hal yang tak pernah ingin ia dekati. Terlalu dalam, terlalu gelap, terlalu mengingatkan pada sesuatu yang hilang. Sekolah menjadi panggung tempat ia bersembunyi di balik rutinitas. Sahabat, tawa, sedikit pertengkaran dengan seseorang yang terlalu usil untuk diabaikan-semuanya cukup untuk membuat hidupnya tampak biasa. Tapi tidak semua luka bisa sembuh hanya dengan waktu. Dan tidak semua hati bisa tetap utuh, bahkan saat hujan terus turun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines