It's Time to Start Living

It's Time to Start Living

  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 27, 2015
Saat derai angin begitu kencang Saat makhluk dunia tak bisa mencegahnya Saat meninggalkan bekas kerusakan Saat makhluk dunia tak bisa menolaknya Saat kaca itu mulai pecah Saat makhluk dunia berbondong-bondong merapikannya Yang menjadi pertanyaannya adalah apakah semua itu meninggalkan luka? TENTU Saat makhluk itu terpuruk dalam kisah cintanya Saat itu juga dunia terasa penuh luka Begitu juga dengan seorang Gadis keturunan irak-indo yang dilanda masalah cinta dan terjebak lalu terpuruk di dalamnya Satu kalimat yang akan dan selalu terngiang di otaknya yaitu "It's Time to Start Living" love Indah_wrdn
All Rights Reserved
#67
pilot
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Retrouvailles
  • Kopi [Selesai]
  • Alena
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔
  •      Progressive
  • Little Devil | Complete |
  • 365 Day's to Fall in Love
  • BarraKilla
  • Mari Kita Berdamai dengan Luka  (TAMAT)

Samuel menyimpan terlalu banyak luka. Papanya berselingkuh. Mamanya memilih mengakhiri hidup. Saat dewasa, ia dipaksa tunduk pada tuntutan dan perjodohan yang tak pernah ia inginkan. Lalu datang Lyodra. Siswi baru yang diam-diam menyimpan satu fakta paling menyakitkan dalam hidup Samuel: dia adalah anak dari perempuan yang menghancurkan keluarganya. Dan dari situlah semuanya dimulai-kekacauan, luka-luka lama yang terbuka lagi, hingga pilihan-pilihan pahit yang harus diambil. Dendam membuat Samuel mendekat. Tapi rasa bersalah justru tumbuh bersamaan dengan rasa lain yang tak ia pahami. Semuanya semakin rumit saat Lyodra menunjukkan dua garis merah di testpack miliknya. "Lo hamil, kan?" tanya Samuel. Lyodra tak sanggup menjawab, hanya menatap nanar testpack di pangkuannya-benda yang seharusnya sudah ia buang sejak dulu. Tapi hasilnya tetap sama. Masih ada kehidupan kecil di dalam dirinya. "Gugurin," ucap Samuel dingin. "Gue punya kenalan dokter. Besok sepulang sekolah kita ke sana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines