(Not) A Perfect Wedding

(Not) A Perfect Wedding

  • WpView
    Reads 626
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 26, 2015
Ini bukan keinginannya. Ia melakukan ini hanya untuk kebahagiaan orang tuanya. Bagaimana ia bisa bahagia dengan pria yang sama sekali tidak di kenalnya? Tapi, ia juga tidak bisa menunggu pria yang ia cintai selamanya. Di sinilah ia berada, berjalan pelan menuju altar dengan gaun putih panjang, membawa sebuket penuh bunga lily dan seulas senyum palsu di balik cadarnya. "Bukan kamu yang aku inginkan berdiri di sana menantiku. Tapi dia." ---------------------------- Cover by Nutellaugh
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mengukir sukacita sesaat, lukacita selamanya
  • My Stupid Darling
  • Secret Love Story "Unspeakable Love" (Complete)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • The Bleeding Lady [completed]
  • AFKARA [END]
  • Juan [REVISI]
  • [END] Sorry, But it's Too Late
  • The Blooming Lady [completed]

#unattainedloveseries-1 Sekarang, aku bisa bernapas lega. Aku tidak lagi meraba-raba perasaan apa yang masih bersemayam dihatiku. Aku bisa membuka lembaran baru. Ternyata, kamu hanya berniat singgah di saat aku ingin menetap. Sama seperti kegiatan CSR kita di desa ini. Hanya sementara, namun membekas selamanya. Hanya sebentar, namun dikenang selamanya. Dan ternyata, maksud dari perkataanmu 'jalanin dulu' adalah, kamu ingin membandingkanku dengannya. Kamu ingin mencari yang terbaik, namun, tidak dapat memilih. Kamu menginginkan aku dan dia. Kamu tidak ingin kehilangan dan tidak ingin mengulanginya dari awal. Sampai akhir pun, kamu tidak berusaha memperbaikinya. Kamu tidak berusaha meminta maaf. Kamu juga tidak berusaha untuk menjelaskannya. Dan yang lebih membuatku kecewa adalah...kamu tidak pernah menganggap aku benar-benar ada. Terima kasih untuk kenangan manis dan pahitnya. Aku cukupkan segalanya disini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines