Logika Cinta

Logika Cinta

  • WpView
    Reads 2,106
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 14, 2018
Sebuah perjalanan diri yang selalu mengandalkan logika dalam cinta. Entah akan berakhir seperti apa. Cerita ini disajikan dalam rangkaian puisi yang membawa pembaca yang sudi membaca untuk sejenak meresapi akan makna sebuah cinta yang hakiki... *** Logika I Sebaiknya aku segera pergi Biar tak ada yang bersedih hati Aku akan berlari tanpa henti Meninggalkan sejuta kasih di sini Begitu banyak kenangan manis dan indah Begitu banyak sayang yang tercurah Aku tak sanggup merangkai terimakasih Seolah buntu pikiran dan kelunya lidah Tak sebanding dengan bulir bening di sudut mata Aku kembali tenggelam dalam lautan rasa Tak benar! Atas semua yang melanda Rasa hanya akan menghancurkan logika Sebuah jalan telah kurintis ke muka Tak ada alasan untuk balik kanan Yang ada hanya derap langkah ke depan Demi sebuah janji suci yang kugulir Dalam dekapan cinta Mu...
All Rights Reserved
#15
cium
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Detik Terakhir
  • Lelaki Berdada (Ketika Cinta Tak Direstui Tuhan)
  • Disturbances (End)
  • we'll be okay
  • Segala Tentangmu ❝
  • RUMPANG RAMPUNG
  • MY CICI [END]
  • Hanya Milikku S2 [zeechik]

"Apa yang bisa memisahkan cinta sejati? Katakan padaku, Nayla." Suara Adrian bergetar, penuh dengan kepedihan yang berusaha ia tahan. Matanya menatap Nayla dengan putus asa, seolah mencari jawaban yang bisa meredakan rasa sakit di hatinya. Nayla menggigit bibirnya, berusaha menahan gejolak emosi yang semakin menghimpit dadanya. Ia menoleh, menatap wajah Adrian untuk terakhir kalinya, sebelum akhirnya berbisik dengan suara yang nyaris tak terdengar. "Takdir, Adrian..." Air matanya jatuh tanpa bisa dibendung. Butirannya mengalir di pipi, bercampur dengan rintik hujan yang semakin deras. Adrian menatap Nayla tak percaya. Dengan penuh harapan, ia mengulurkan tangannya, mencoba menggenggam tangan gadis itu sebagai bentuk permohonan, sebagai pegangan agar Nayla tidak benar-benar pergi. Namun, Nayla menepisnya. "Kalau begitu, aku akan menantang takdir itu!" suara Adrian semakin meninggi, hampir seperti teriakan yang penuh kepedihan. "Tolong, Nayla... jelaskan padaku! Kenapa kamu menjauh?" Tangis Nayla semakin pecah. Seluruh perasaannya ingin ia tuangkan, tetapi ia tahu, kata-kata tak akan mengubah keadaan. Ia menunduk, bahunya bergetar hebat. "Takdir ini... tak bisa dilawan, Adrian..." suaranya lirih, seakan patah di tengah jalan. Ia berbalik, membelakangi Adrian. Langkahnya terasa berat, namun ia tahu, ia harus pergi. "Selamat tinggal..." Hujan semakin deras, seolah ikut menangis bersama mereka. Adrian tetap berdiri di tempatnya, menatap punggung Nayla yang semakin menjauh, membawa serta hatinya yang hancur dalam keheningan sore yang kelam. Yuk saksikan kisah selanjutnya😍😍😍

More details
WpActionLinkContent Guidelines