I Want To See The World

I Want To See The World

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2015
‘ Tuhan.. Jika memang aku tak pantas hidup di dunia ini lagi, ambil saja nyawaku tuhan.. Dan jika hidupku hanya menyusahkan kedua orang tuaku.. bunuh saja aku.. Aku tak kuat melihat kedua orang tuaku kesana kemari kebingungan mencari hutang hanya untukku.. Aku juga tak kuat menerima kenyataan pahit hidup ini.. tak ada orang yang mau bersalaman denganku, bahkan bersentuhan denganku saja mereka tidak mau. Sebenarnya mereka menganggap ku ini apa ? Aku bukanlah sebuah virus berbahaya yang seakan akan sengaja masuk ke kehidupan mereka ! Mungkin virus ini memang bersarang ditubuhku, tapi cukup aku saja yang merasakan sakit ini ! Aku tidak ingin merusak kebahagian mereka. Andai saja aku tidak terlahir di dunia ini. Mungkin aku tak akan merasakan perihnya hidup ini ! Cukup.. Sudah cukup banyak harapan kosong yang kutanamkan di hidupku !! Aku lelah.. sangat lelah, semoga saja kau tau isi hatiku tuhan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI (TAMAT)
  • help me!! [ End ]
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Perjalanan Cintaku...
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Di Balik senyumanku
  • Antara aku dan dunia
  • YOUR HAPPINESS
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA

Ini tentang aku, seorang anak perempuan diselimuti rasa rindu, penyesalan, kekecewaan, dan sakit hati. Tentang aku yang memiliki jiwa rapuh. Mungkinkah ada obatnya? Jika, ya, aku berani membayar berapa pun untuk itu. Aku tidak bercanda. Aku serius. Aku butuh obat itu agar duniaku kembali sempurna walaupun tidak pernah sempurna semasa aku hidup di alam semesta yang penuh misteri ini. Namun, siapa sangka. Ada keajaiban datang dalam hidupku. Aku berhasil menemukan obat untuk luka di tubuhku ini. Akan tetapi, obat itu tidak bisa dibayar dengan uang. Obat itu hanya bisa dibayar dengan cara paling aneh di dunia. Aku harus rela mengorban hal yang paling aku sayangi dalam hidupku. Kenapa harus diberi pilihan? Jika pilihan itu tidak bisa membuat lukaku sepenuhnya sembuh! Lalu, apa maksudnya menunjukkan obat itu kepadaku. Aku tidak mengerti dengan semua permainan alam semesta kepadaku. Benar-benar tidak mengerti. Aku marah dan menyalahkan alam semesta atas semua rasa sakit dari lukaku ini. Namun, itu tidak ada gunanya. Kenapa? Semesta tidak pernah salah. Aku yang salah karena tidak pernah memandang dari berbagai sudut. Aku hanya memikirkan diriku sendiri. Aku tidak pernah memikirkan orang lain sekalipun aku menganggap diriku tidak seperti itu, tetapi aku tidak bisa menilai diriku sendiri sebab karakter seseorang hanya dapat dinilai oleh orang lain. Akibatnya dari semua itu, aku harus belajar meredahkan amarahku dengan cara mulai memahami tujuan dan rencana alam semesta kepadaku hingga aku sadar bahwa rasa luka di tubuhku ini adalah ulahku sendiri. Kenapa? Sebab selama aku hidup, aku tidak pernah bisa memanfaatkan diriku atas kematian orang yang paling aku cintai, yaitu Lamtiur, Papa. Sosok yang berhasil mengubah duniaku menjadi penuh warna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines