Game Of Death

Game Of Death

  • WpView
    Membaca 43
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadLengkap Min, Okt 7, 2018
Sebuah permainan yang mengundang keganjilan lantaran terjadi hal yang tidak diinginkan kepada orang yang memainkannya. Permainan tersebut mempunyai kutukan untuk mencari tumbal yang akan menelan banyak korban Siapakah yang akan menjadi korbannya? Dan apakah kutukan tersebut bisa hilang? ,, Silahkan baca dengan seksama -Rifqivhe-
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#51
gentayangan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Dedarah 「END」
  • KASAM
  • kutukan
  • KUTUK!! (TAMAT)
  • くも の せかい Dunia Kabut
  • TIANG KEMBAR (DIA BUKAN NENEKKU)
  • RALILAC
  • Malam Seribu Mimpi Buruk
  • Ci-Luk-Ba (TAMAT PER-EPISODE)
  • 00:44 TENGAH MALAM PERTAMA

[15+] Aku dikutuk. Aku hanyalah seorang gadis penderita asma yang ingin menjalani hari-hari dengan tenang bersama ibu dan adik laki-lakiku. Aku tidak mau punya masalah dengan orang lain, aku cenderung menghindari mereka. Namun, saat aku bangun pagi itu. Semuanya berubah. Seseorang sudah mencari gara-gara padaku. Siapa orang yang sudah memberikan kutukan ini? Bagaimana bisa aku harus berurusan dengan makhluk mengerikan yang bisa mencekikku dengan rambut panjang tak terukur dan bisa mencabik-cabikku dengan kuku-kuku setajam gunting itu? Siapa pun dia, aku tidak akan memaafkannya. Dibantu Darma, pemuda bodoh si maniak kasus-kasus misterius, aku menyusuri bagaimana kutukan ini bisa sampai kepadaku. Aku dibuat tak percaya. Aku harus memindahkan kutukan ini pada orang lain dengan ritual yang aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Kutukan ini membuatku kehilangan hal paling berharga dalam hidupku. Aku frustrasi, aku ingin mati saja. Di titik terendah dalam hidupku, aku menemukan cara lain. Sayangnya, aku harus siap berkorban nyawa. Itu jauh lebih baik daripada hidup berlumuran darah sembari menunggu ajal tiba.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan