Am I Philophobia ?

Am I Philophobia ?

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 21, 2015
Sungguh, aku takut. Takut untuk jatuh cinta pada orang lain lagi. Takut akan kecewa karena seorang "lelaki" lagi. Lagi dan lagi. Aku masih belum bisa melupakannya. Ada rasa dimana aku ingin kembali dari sisi kebaikannya. Tapi terkadang sebagian dari hatiku berkhianat dari diriku sendiri, ketika aku kembali teringat dari sisi keburukannya. Ya, semua orang memang memiliki dua sisi yang berbeda. Layaknya sebuah koin. Berbeda tapi satu. Pengalamanku yang kelam. Sebuah pengalaman yang jatuh terlalu dalam karena cinta membuat sebagian orang beranggapan bahwa aku seorang philophobia.
All Rights Reserved
#42
philophobia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • GRIZLEN {On Going}
  • FINDING SOULMATE
  • cinta datang terlambat (Serial My Love Story 2)
  • Cerita Tanpa Akhir
  • Another Me
  • jangan percaya seseorang
  • Jatuh Cinta Itu Sia-Sia
  • You Are The Reason

Cinta pertama tidak pernah sederhana. Dua hati yang bertemu membawa kisah yang berbeda, dengan luka dan harapan yang saling bercampur. Ia tak pernah menyangka bahwa cinta bisa datang begitu tiba-tiba-di tempat yang bahkan tak pernah iaharapkan. semuanya dimulai dari senyuman yang awalnya tak berarti, hingga kata-kata yang terus melekat di hati. Tapi di balik keindahannya, cinta pertama ini mengajarkan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya: perasaan takut, sakit, dan kebingungan yang bercampur jadi satu. perasaan yang tumbuh perlahan, melawan ketidakpastian dan rasa takut yang belum pernah ia kenal. Di satu sisi, dia bertanya-tanya, "Apakah cinta ini adalah berkah atau justru sebuah ujian yang akan melukai hati kami berdua?" Di sisi lain, ada hati yang mencoba mencintai dengan tulus, meski bayangan masa lalu masih membekas. Dia bertanya pada dirinya sendiri, "Apakah cinta ini akan benar-benar yang terakhir? Atau hanya sebuah cerita singkat yang akan berakhir tanpa jawaban?". Namun cinta bukan hanya soal perasaan, tetapi juga keputusan. Keputusan untuk bertahan, melepaskan, atau memperjuangkan sesuatu yang mungkin tidak lagi sama. Ini adalah kisah dua orang yang mencoba mencari arti dari cinta, harapan, dan kehilangan. Sebuah perjalanan yang tidak hanya mengajarkan mereka tentang cinta, tetapi juga tentang diri mereka sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines