Am I Philophobia ?

Am I Philophobia ?

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 21, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Sungguh, aku takut. Takut untuk jatuh cinta pada orang lain lagi. Takut akan kecewa karena seorang "lelaki" lagi. Lagi dan lagi. Aku masih belum bisa melupakannya. Ada rasa dimana aku ingin kembali dari sisi kebaikannya. Tapi terkadang sebagian dari hatiku berkhianat dari diriku sendiri, ketika aku kembali teringat dari sisi keburukannya. Ya, semua orang memang memiliki dua sisi yang berbeda. Layaknya sebuah koin. Berbeda tapi satu. Pengalamanku yang kelam. Sebuah pengalaman yang jatuh terlalu dalam karena cinta membuat sebagian orang beranggapan bahwa aku seorang philophobia.
All Rights Reserved
#592
penyesalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Admire Or Love
  • Kata & Spasi
  • cinta datang terlambat (Serial My Love Story 2)
  • Another Me
  • GRIZLEN {On Going}
  • You Are The Reason
  • The Devil's Love
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Cerita Tanpa Akhir

Berpendidikan tinggi tak menjamin seseorang mengetahui segalanya. Pasti ada satu hal yang tidak di ketahui. Contohnya aku. Aku yang tak mengerti sama sekali tentang permasalahan hati. Katakan saja aku ini gadis bodoh. Memang aku ini bodoh. Bodoh dalam hal asmara. Bodoh dalam hal hati. Tak mengerti letak rasa kagum, suka, sayang dan cinta. Hanya karena tak mengenal arti ke-empat rasa itu, aku membuat hati sesorang patah. Memang tak parah. Tapi tetap saja aku sudah menggoreskan luka di hati seseorang. Kisahku bermula saat mengenal dua remaja laki-laki yang berbeda karakter. Aku dekat dengan keduanya, tapi rasa yang ku rasakan di setiap remaja laki-laki itu berbeda. Dan aku tak tahu apa maksud rasaku itu? Mau bertanya pada sahabatku atau orang yang telah berpengalaman? Jujur saja aku malu. Karena aku selalu masa bodo tentang laki-laki di depan mereka, padahal dalam hati kecilku, aku sangat antusias. Mau tak mau aku cari tahu sendiri, hingga aku sadar dimana rasaku berada? Hatiku ini memilih siapa? Dan saat aku sudah sadar, semuanya telah terlambat. Terlambat menyadari rasaku sendiri. Gimana pas baca deskripsinya? Ada rasa-rasa penasaran? Kalo ada jangan lupa tambahin cerita ini ke readinglist kalian ok;) Baca+vote+komennya di tunggulho❤️. Happy Reading🎉.

More details
WpActionLinkContent Guidelines