Aku dan Arnold

Aku dan Arnold

  • WpView
    Reads 401
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 25, 2015
WpInfo
Fiction
Mystery
Cerita ini bukan cerita tentang persahabatan ya. Cerita ini sedikit mengandung bagian kekerasan. Saya tidak akan memberi gambaran cerita disini, agar pembaca (kalau ada) penasaran. Cerita ini memakai sudut pandang "aku" sebagai pelaku utama. Tapi ada adegan juga dimana karakter "aku" sebagai pelaku sampingan. By the way, karakter "aku" itu laki-laki, karena saya ingin sedikit mungkin mengeluarkan identitas karakter "aku" itu sebagai pemanis dan permasalahan dalam cerita ini. maaf kalo ceritanya jelek. Cerita ini hanya fiksi yaa.. Enjoy..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  •  Group Of 17 : grup chat
  • MY ONLY ONE-kaisagi
  • Jomblowati (tidak) mencari cinta
  • You Are My Omega
  • Pemilik Setia
  • Big Baby Boy[Poliandri]
  • only me
  • ABOUT ERINE (orine)

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines