Repain

Repain

  • WpView
    Reads 1,527
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 23, 2015
Aku meniup permukaan teh hijau dalam cangkir putih ini, menyesapnya perlahan. Mataku tertuju pada gerimis diluar yang dibatasi dengan kaca bening, menatap kosong. Lagi-lagi hujan. Kembali, kata-kata terangkai di pikiranku yang kosong. Kepingan masa lalu, Sebenarnya, siapa yang salah? Apakah aku-- yang menyerah karena aku tahu aku tak pantas berada disampingmu Atau kamu-- yang menyerah pada keadaan? Apakah aku-- yang percaya kalau kamu berpura-pura menyukaiku Atau kamu-- yang tak berusaha menjelaskan apapun? Satu hal yang tak pernah terungkap hingga sekarang, Fakta yang mana yang benar, Kalau kamu memang menyukaiku, Atau kamu, berpura-pura menyukaiku? Tiba-tiba saja, aku kembali ke alam sadarku, terhenyak pada sesuatu diluar. Semua yang disekitarku terasa sunyi. Kamu disana, berjalan dibawah hujan.
All Rights Reserved
#855
instagram
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Future (new version)
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Arsyilazka
  • COMPLICATED
  • Rainy Day (complete)
  • Transmigrasi MyTia [END]
  • ALEZRA (Thank you for coming)
  • VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ]

Mungkin sebagian sudah pernah baca cerita ini dengan nama tokoh lain. Ini bukan aku menjiplak karya orang, tapi ini memang karyaku yang hanya aku revisi aku rombak dan aku ubah nama tokohnya supaya bisa dibaca semua orang. Jadi jangan beranggapan kalau aku plagiat karya orang ya. Kamu bersamaku, jiwamu di dekatku. Tapi kenapa aku tidak tahu semua tentangmu. Aku pikir setelah jauh mengenalmu kamu sudah bisa terbuka kepadaku. Ternyata tidak, seakan banyak rahasia yang kamu sembunyikan. Lalu apakah aku memang memiliki tempat spesial di hatimu atau hanya pengisi kekosongan sementara. Di mana kamu akan pergi jika memang sudah mendapat yang lebih baik dariku? Dan aku hanya sebatas pengganti dia yang ada di masa lalumu? Tak bisakah aku menjadi masa depanmu? Di mana hanya ada kamu dan aku, kita berdua. -Iqbaal Pradipta Seandainya aku bertemu denganmu sebelum aku bersamanya mungkin keadaannya tidak serunyam ini. Tapi aku tidak menyesal karena bagaimanapun juga masa lalu itu memang harus ada. Bukannya aku tak mau jujur, hanya saja aku tidak bisa jika kamu menginginkan hanya ada kita berdua karena aku sudah harus bertanggung jawab pada malaikat-malaikat kecilku. Aku hanya takut jika yang lalu akan terulang lagi dan menyisakan aku yang terpuruk lagi. Selamat datang di masa depanku, yang banyak berisi tentang teka-teki yang mungkin sulit untuk kamu pahami. -Anastasya Lee

More details
WpActionLinkContent Guidelines