Story cover for cherry lips by nandabibah27
cherry lips
  • WpView
    Reads 1,253
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 1,253
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Jun 24, 2015
Mature
Aku berjalan masuk menuju pintu masuk Perusahaan besar ini sambil memejamkan mataku dan sesekali mangambil nafas melalui hidung dan ku keluarkan lewat mulut, untuk menghilangkan nervous dalam diri ku. Saat sedikit lagi aku memasuki perusahaan besar itu, tiba-tiba saja "AWW..."
penasaran dengan kelanjutannya? baca yaa hehe
happy reading guys:*
All Rights Reserved
Sign up to add cherry lips to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
In Her World - Anita [END] by wanderingfairyyy
17 parts Complete
Pagi itu hujan gerimis mulai berjatuhan. Saat lampu merah ku lihat jam tanganku menunjukkan pukul 07.45 yang mana aku hampir telat untuk interview di salah satu perusahaan penerbitan. Seperti biasanya Loki si motor matic tua kesayangan ini yang menemani tiap aku pergi semenjak kuliah sampai sekarang. Kalian pasti akan hafal kalau aku lagi jalan dengan Loki, khas hijau metallic yang bisa dilihat semua orang dengan jelas. Well, untungnya si Loki jarang ngadat. Sekarang pukul 08.04, hanya terlambat sedikit, tidak apa lah ya. Sebenarnya aku sudah muak dengan semua interview yang aku hadapi. Selalu ending dengan kegagalan atau ketidakcocokan. Setidaknya hari ini aku akan coba datang dan berharap sesuatu yang baik akan datang. Setelah menunggu beberapa saat admin memanggil saya untuk interview dengan HR disana, seperti biasanya juga pertanyaan dijawab. Hal standar seperti perkenalan diri, motivasi, dan lainnya sudah terlewati. Another interview just passed, dalam hati. Dengan senyum manisnya mbak HR bilang kalau nanti akan dikabari. Ini nih, line yang paling bikin muak, which means kita nggak akan dipanggil. Sebetulnya aku paham , diri ini kurang percaya diri (bahkan sudah hilang). Aku benci harus seperti ini, terkekang diri sendiri dan tidak bisa mengekspresikan sesuai yang diinginkan. Apa ini karena ayahku yang selalu bilang kalau aku itu tidak mampu? Kamu itu terlalu gendut untuk ini itu, atau karena terlalu banyak konflik di hidup dan batinku? Mungkin semuanya benar. Disini aku mau cerita tentang setiap masa yang kulalui di hidupku secara sederhana tapi juga rumit (what?) This story created by Wanderingfairyyy~
You may also like
Slide 1 of 9
KRONOGRAM (END) cover
Bucin || Jikyu [END] cover
Steal A Kiss | Yangsun ✔ cover
Secrets  cover
ketika benci menjadi Cinta cover
CEO WOMEN X CHILDISH GIRL cover
TYPO ✓ cover
STRONG MOM End ( Chasoo & Hunsoo ) cover
In Her World - Anita [END] cover

KRONOGRAM (END)

16 parts Complete

"AKU MAU KAMU TANGGUNG JAWAB!" Dengan sedikit bentakan namun dihiasi tetes air mata yang mengalir lancar aku memulai drama ini. "Tanggung jawab apa?" Kini aku mulai terisak, dengan napas yang terengah engah aku melanjutkan drama ala FTV ini. Para peserta meeting yang fokus melihatku membuat aku hampir tersenyum senang. "Ka... Kamu lupa? Setelah semalem kamu ..., kamuu..." Ucapanku di sela dengan tegas oleh seorang laki laki, "FABIAN! Saya rasa kamu perlu bicara berdua dengannya" Laki laki dengan jas armaninya itu melangkah keluar dari ruang meeting ini diikuti oleh yang lain, aku menundukkan kepalaku dengan tangan kanan menutupi mulut berusaha mengurangi isakan palsu buatanku. "Sini sini kamu duduk, udah jangan nangis. Tanggung jawab apa? Kan saya udah kompres dada kamu" Aku menangis lebih kencang dari sebelumnya, orang-orang di ruangan lain kupastikan bisa mendengar sehingga tau apa yang tengah terjadi, "Aku mau kamu nikahin aku Candra!" "KAMU GILA YA?" Aku menamparnya sesuai dengan skenario yang telah kubuat di kepalaku. Ugh pipinya sampai merah itu pasti sakit. "AKU TAKUT HAMIL" Prangg.... Aku mendengar benda terjatuh di ruangan lain, nah kan benar! Pasti orang orang itu menguping. Bagus deh. PICTURES by @haremsbrides (instagram) START:- END: 9 JULI 2020