ZENBIN HIRO

ZENBIN HIRO

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Jun 29, 2015
Wajah oval, alis tebal, mata bulat, hidung mancung, bibir kecil, serta tahi lalat yang berada dipipi kiri, pendek dan kurus itulah Aku. Aku adalah seorang Remaja berusia 18 tahun. Aku sekolah disebuah SMA yang cukup terkenal di Jakarta. Teman-teman sering memanggilku dengan sapaan akrap Mika. Kata mereka aku itu cantik, pintar, baik, tapi pemalu. Yah memang kuakui aku itu orangnya pemalu, aku tidak mudah bergaul dengan siapa saja. Bahkan hari-hariku kuhabiskan dengan membaca buku di perpustakaan. Wajar saja aku mempunyai sikap itu karena aku anak tunggal. Aku juga sering menghabiskan waktuku di sebuah taman, tempat itu sangat menarik bagiku dan juga bagi orang-orang lainnya. Sore ini aku duduk di sebuah bangku panjang sambil memandang awan yang saling berkejar-kejaran. Perlahan awan itu berubah bentuk menjadi gambar sebuah hati. Semakin ku tatap awan itu semakin indah kurasa namun ada yang menusuk kehatiku. Aku tak habis pikir apa maksud dari situasi ini. Tiba-tiba aku teringat pada se
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SKRIPSUIT  ✔
  • Calandra [SUDAH TERBIT]
  • Dosenku Adalah Suamiku
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • A Feeling of Heart (TAMAT)
  • A Game to Make Him Fall
  • Bawa Aku Pulang (End)
  • ketos dingin galak pacar ku!
  • Senior

{Completed/utuh/tamat} Fayka mau tak mau harus sering bertemu dengan Yasa karena memiliki dosen pembimbing yang sama. Berawal dari sesama kesengsaraan korban dospem, bagaimana jika Fayka mulai baper karena Yasa, yang mendapatkan predikat fakboi, terus bersikap manis padanya? *** Setelah empat tahun menempuh pendidikan di jurusan psikologi, Fayka seperti mahasiswa lainnya harus mengerjakan tugas akhir skripsi. Sialnya, Fayka mendapatkan dosen pembimbing yang killer dan membuat jantungnya tak keruan setiap akan melakukan bimbingan. Namun, penyebab jantungnya tak keruan bukan hanya dosen pembimbing. Yasa, sang kayak tingkat penyandang status fakboi kampus, mendapatkan dosen pembimbing yang sama dengan Fayka dan terus bersikap manis pada Fayka. Menolak rasa bapernya, Fayka mencoba memfokuskan diri pada skripsi yang harus diselesaikannya segara akibat tuntutan sang Ibu. Sayangnya, takdir tidak selalu berpihak pada Fayka untuk mempermudah jalannya menuju sidang. Lalu bagaimana dengan perasaan Fayka jika ketika badai menerjang hidup, Yasa adalah orang yang selalu hadir di sisinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines