Obálka příběhu pro Dia nyata od anjani_oye
Dia nyata
  • WpView
    přečtení 451
  • WpVote
    Hlasy 10
  • WpPart
    Části 18
  • WpView
    přečtení 451
  • WpVote
    Hlasy 10
  • WpPart
    Části 18
Dokončeno, poprvé publikováno čvn 25, 2015
"prov cinta"
panggil saja aku tata, sebena
rnya  namaku cinta tapi aku tida suka di panggil cinta, karena aku tidak percaya apa itu namanya cinta....

sejak orangtuaku bercerai, aku jadi tidak percaya dengan kata cinta bisa di bilang aku puya troma...
Dan lebih aku kesal kenapa namaku harus cinta, itu mengingatkanku kepada ayah yang ku benci.

aku selalu ceria, sll tertawa di depan orang yang ku sayang dan orang yang bertemu denganku.
Tapi...
mereka tidak tau kalaw sebenarnya hatiku rapuh tapi aku tidak ingin mereka tau hanya aku dan tuhan yang tau.

heem itu aku baru saja nulis diary ku....
tiba-tiba kaka ku yang bernama dery, mengetuk pintu dengan kencang, aku jadi terkejut.

"de... buka pintunya, apa kamu masih hidup...!!" dengan nada bercanda, kakaku memang suka sekali menggodaku.
Všechna práva vyhrazena
Pro přidání Dia nyata do své knihovny a dostávání aktualizací se zaregistruj
nebo
#190randy
Pokyny k obsahu
Taky se ti může líbit
Taky se ti může líbit
Slide 1 of 9
1 Rupa 2 Jiwa cover
Step Closer cover
Posesif Sister Laksani Natio  cover
Happier Than Ever [COMPLETED] cover
Tentang Ashel cover
Zean kesayangan Cici dan kakak  cover
Gendut!! Gue cinta sama lo cover
my story (Greshanfamily) cover
BAD cover

1 Rupa 2 Jiwa

Části: 31 Dokončeno

[Completed] *Brugghh!!* Suara pintu kamar yang aku banting dengan keras. Aku benar-benar tidak bisa mengontrol diriku jika aku kembali mengingatnya. Wanita itu... Dia sudah mengingatkanku kembali pada seseorang yang sangat aku benci. Tidak, aku salah. Bukan wanita itu, tapi kerudung panjang yang ia kenakan. Aku benci semua itu, aku benci melihat kerudung! Semua itu hanya membuatku kembali tersiksa. "Tidak.... Tolong jangan lakukan itu.. Kumohon jangan pukul kami.... Aaaa... Kumohon hentikan... Ampun!! Jangan sakiti kami... Aaaaa... Kumohon hentikan ini.... Hiks hiks.... Tidak.... Jangan...... Aaaa..." Entah kenapa, suara itu terus terdengar ditelingaku. Kenapa suara itu tak pernah mau hilang dari pendengaranku? Itu benar-benar membuatku kembali terluka. Aku benci dia! Aku benci!