Dia nyata

Dia nyata

  • WpView
    LECTURAS 464
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 18
WpMetadataReadConcluida sáb, jul 15, 2017
"prov cinta" panggil saja aku tata, sebena rnya namaku cinta tapi aku tida suka di panggil cinta, karena aku tidak percaya apa itu namanya cinta.... sejak orangtuaku bercerai, aku jadi tidak percaya dengan kata cinta bisa di bilang aku puya troma... Dan lebih aku kesal kenapa namaku harus cinta, itu mengingatkanku kepada ayah yang ku benci. aku selalu ceria, sll tertawa di depan orang yang ku sayang dan orang yang bertemu denganku. Tapi... mereka tidak tau kalaw sebenarnya hatiku rapuh tapi aku tidak ingin mereka tau hanya aku dan tuhan yang tau. heem itu aku baru saja nulis diary ku.... tiba-tiba kaka ku yang bernama dery, mengetuk pintu dengan kencang, aku jadi terkejut. "de... buka pintunya, apa kamu masih hidup...!!" dengan nada bercanda, kakaku memang suka sekali menggodaku.
Todos los derechos reservados
#225
randy
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • 1 Rupa 2 Jiwa
  • Perfection of life (GRESHAN)
  • Gendut!! Gue cinta sama lo
  • Setelah Hujan ( End ✔)
  • cinta tak kau anggap (end)
  • Posesif Sister Laksani Natio
  • I'm RF
  • my story (Greshanfamily)
  • Cinderlella Tanpa Pangerancinta
  • POSESIF (END)

[Completed] *Brugghh!!* Suara pintu kamar yang aku banting dengan keras. Aku benar-benar tidak bisa mengontrol diriku jika aku kembali mengingatnya. Wanita itu... Dia sudah mengingatkanku kembali pada seseorang yang sangat aku benci. Tidak, aku salah. Bukan wanita itu, tapi kerudung panjang yang ia kenakan. Aku benci semua itu, aku benci melihat kerudung! Semua itu hanya membuatku kembali tersiksa. "Tidak.... Tolong jangan lakukan itu.. Kumohon jangan pukul kami.... Aaaa... Kumohon hentikan... Ampun!! Jangan sakiti kami... Aaaaa... Kumohon hentikan ini.... Hiks hiks.... Tidak.... Jangan...... Aaaa..." Entah kenapa, suara itu terus terdengar ditelingaku. Kenapa suara itu tak pernah mau hilang dari pendengaranku? Itu benar-benar membuatku kembali terluka. Aku benci dia! Aku benci!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido