Story cover for Inside the rainbow by Mehihime
Inside the rainbow
  • WpView
    Reads 7,890
  • WpVote
    Votes 903
  • WpPart
    Parts 9
  • WpHistory
    Time 1h 16m
  • WpView
    Reads 7,890
  • WpVote
    Votes 903
  • WpPart
    Parts 9
  • WpHistory
    Time 1h 16m
Ongoing, First published Jun 26, 2015
(First name)(Last name) memiliki sebuah mimpi. Kehidupan SMA dengan damai , lalu hidup dengan sederhana. Dia bahkan sudah membuat rencana hal-hal untuk dilakukan setelah lulus, walaupun dia baru memasuki jenjang SMA.

Sayangnya rencananya untuk menjalani hidup SMA dengan damai pupus. Bersamaan dengan kedatangan manusia ajaib berambut pelangi yang memanggil diri mereka "generasi keajaiban"
All Rights Reserved
Sign up to add Inside the rainbow to your library and receive updates
or
#131aominedaiki
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Jun & Hana cover
A boy's life (Kuroko no Basuke fanfic - Kise Ryota) cover
Please Remember (Kise x Reader) cover
FERAL || Daiki Aomine x OC cover
The Model and The Actress cover
My Facebook Sweetheart (Kise Ryouta) cover
The Sassy Fresher [Aomine X Reader] cover
Dua Helai Daun cover
Sei cover
Swan in love <H.S> cover

Jun & Hana

4 parts Complete

"Hello, ada orang di sana?" Hana membuka suara. Tatapan matanya waspada menyapu seluruh sudut halaman rumah tersebut. Hingga akhirnya, ia merasakan seseorang menyentuh pundaknya. Reflek, perempuan itu memanfaatkan keahliannya dalam Judo hingga ia bisa menarik lengan tersebut dan dengan satu gerakan ia membanting tubuhnya. Bukk!! Sosok itu menghantam ke tanah. Dan segera terdengar erangan. Seorang pria tergeletak, meringis kesakitan. Kedua mata Hana mengerjap. Tatapan mereka terkunci sesaat. "Astaga, siapa kau? Kenapa kau masuk ke rumah orang tanpa permisi seperti pencuri?" Lelaki itu mengomel. Hana membelalak, otaknya yang cerdas segera menyadari bahwa akan ada kesalah pahaman di sini. "Oh, maaf. Aku kira ... kau...," ia beranjak mendekati pria tersebut dan berusaha membantunya berdiri. Namun pria itu menolak dan menepis tangannya dengan kasar, lalu bangkit.