Untold Pain

Untold Pain

  • WpView
    Reads 676
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Sun, Aug 21, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Mengenai pertemuanku dengan anak baru itu sungguh tidak akan berbuntut panjang jika aku lebih dulu mengakhiri semuanya. Mungkin aneh jika kubilang ini sudah tujuh tahun semenjak hari itu. Tetapi, apa boleh dikata kalau memang sudah terlanjur hingga sekarang. Mungkin salahku terlalu melibatkan perasaan pada hal-hal kecil, tetapi semenjak itu pula aku menggores luka sendiri. Kepergiannya menuai perdebatan antara diriku dengan perasaan yang entah kapan berakhir. Ini semua sungguh kesalahan sehingga aku tak berani menatap lebih lama dari sekali ia memalingkan pandangan ketika kami harus bertemu secara tidak sengaja. Aku masih takut, tolong bantu aku menjelaskannya padamu.
All Rights Reserved
#191
onesidedlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  • Bertemu Untuk Berpisah (First Love)
  • PENGECUT EGOIS -gxg-
  • I Really Like You
  • MAYHEM (gxg)
  • We're destined to met, not to united.
  • Verronica (COMPLETED)
  • Break Up? || gxg
  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • All The Small Thing

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines