ARIAL

ARIAL

  • WpView
    Reads 493
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 1, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Part 1 * Aku berusaha menahan tangisku, aku tidak ingin pria yang kini menatap sendu gundukan tanah itu justru merasa semakin sedih karena melihat air mataku turun. Aku mengusap lembut punggungnya. Setidaknya hanya itu yang bisa aku lakukan, aku berharap, dengan itu bebanya sedikit ringan. Meskipun aku sadar sebenarnya tidak. Setelah kudengar helaan napas yang cukup berat, dia memutar tubuhnya berhadapan denganku. Sungguh, melihat wajah itu membuatku semakin ingin menangis. Dia tidak menangis. Samasekali tidak. Tapi kesedihan dan kehancuran dalam hatinya sangat tergambar jelas saat mata elangnya menatapku. "Pulang?" Arial hanya mengangguk menjawab pertanyaanku. Dia menggenggam tanganku, dan kami pun melangkah menjauhi makam Mamanya. Dia, laki-laki yang sangat aku cintai baru saja ditinggalkan oleh bidadarinya yang tak bersayap itu. Aku cukup dekat dengan Tante Raisa karena Arial sering mengajaku kerumahnya, selain itu beliau adalah sahabat karib Mamaku. Aku sangat terkejut ketika mendengar kabar kematian Tante Raisa, tidak pernah terbayangkan kalau Tante Raisa ternyata mengidap HIV. Begitu juga dengan Arial, dia samasekali tidak mengetahui akan hal itu. Yang paling terguncang diantara kami, mungkin Kenzo, sepupu Arial yang juga seumuran denganya. Dia sangat dekat dengan Tante Raisa, bahakan menurut Arial, Tante Raisa lebih sayang Kenzo daripada dia. "Gak nyangka, Mama bakal bahagia secepet ini." Ucapan Arial menyadarkanku dari lamunanku. Aku menatapnya yang kini masih menatap lurus kedepan. Aku hanya menghela nafas, membuatnya membalas tatapanku. Langkah kami terhenti. Dan kami saling menatap. "Kamu-" "Aku baik-baik aja, chubyy. Gak usah murung gitu mukanya." ucapnya memotong pertanyaanku. Dia mengacak pelan rambutku. Laki-laki ini...selalu membuatku damai bahakn meskipun saat keadaanya sendiri tidak baik. "Iih, jadi berantakan nih." Ucapku protes. Dia hanya tersenyum simpul lalu kembali mengenggam tanganku dan kali ini lebih erat. Bersambung
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sehari Untuk Selamanya
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • Coming Home (CABACA.ID)
  • My (boy) Friend | Bbyu Vol.1
  • LALA
  • Broken Flower ( Spin Off TERJEBAK)
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • Zenna Story
  • KALINDRA

"pokoknya nji mau nya mama yang suapin" _kenzie "Kamu apa-apaan sih Kenzie? Udah gede gitu emang nggak malu?" _Riana "Tapi mama kan udah janji seharian bakal turutin permintaan nji?" _kenzie "Iya tapi hari ini kamu tuh aneh. Manja banget. Mama juga butuh istirahat buat besok, nah ini kamu dari pagi banyak banget mau nya. Minta di potongin kuku lah, di temenin tidur siang lah. nah sekarang apalagi? Minta di suapin? Ayolah Kenzie.. kamu udah 15 tahun." _Riana "16 ma.. 2 bulan lalu." _Kenzie Satu fakta lagi bahwa ibunya memang melupakan hari kelahirannya. "Nji janji ini terakhir kalinya.. eh enggak deh. Besok nji minta papa mandiin nji dulu" _kenzie Riana tak pernah berfikir bahwa itu adalah obrolan terakhirnya dengan Kenzie, anak sulungnya yang selama ini mengemis kasih sayang dan terabaikan olehnya. "Tapi mama tau nggak kalau malaikat mencabut nyawa nggak harus orang yang sakit aja ma.. kadang tuhan manggil orang yang...." "Diam Kenzie. Kamu lagi makan nggak boleh sambil bicara" potong Riana, hatinya tiba-tiba perih mendengar ocehan putranya. "Kamu tau kalau Khanza lebih butuh perhatian Kenzie" _batin Riana..

More details
WpActionLinkContent Guidelines