Part 1
*
Aku berusaha menahan tangisku, aku tidak ingin pria yang kini menatap sendu gundukan tanah itu justru merasa semakin sedih karena melihat air mataku turun. Aku mengusap lembut punggungnya. Setidaknya hanya itu yang bisa aku lakukan, aku berharap, dengan itu bebanya sedikit ringan. Meskipun aku sadar sebenarnya tidak. Setelah kudengar helaan napas yang cukup berat, dia memutar tubuhnya berhadapan denganku. Sungguh, melihat wajah itu membuatku semakin ingin menangis. Dia tidak menangis. Samasekali tidak. Tapi kesedihan dan kehancuran dalam hatinya sangat tergambar jelas saat mata elangnya menatapku.
"Pulang?"
Arial hanya mengangguk menjawab pertanyaanku. Dia menggenggam tanganku, dan kami pun melangkah menjauhi makam Mamanya. Dia, laki-laki yang sangat aku cintai baru saja ditinggalkan oleh bidadarinya yang tak bersayap itu.
Aku cukup dekat dengan Tante Raisa karena Arial sering mengajaku kerumahnya, selain itu beliau adalah sahabat karib Mamaku. Aku sangat terkejut ketika mendengar kabar kematian Tante Raisa, tidak pernah terbayangkan kalau Tante Raisa ternyata mengidap HIV. Begitu juga dengan Arial, dia samasekali tidak mengetahui akan hal itu. Yang paling terguncang diantara kami, mungkin Kenzo, sepupu Arial yang juga seumuran denganya. Dia sangat dekat dengan Tante Raisa, bahakan menurut Arial, Tante Raisa lebih sayang Kenzo daripada dia.
"Gak nyangka, Mama bakal bahagia secepet ini."
Ucapan Arial menyadarkanku dari lamunanku. Aku menatapnya yang kini masih menatap lurus kedepan. Aku hanya menghela nafas, membuatnya membalas tatapanku. Langkah kami terhenti. Dan kami saling menatap.
"Kamu-"
"Aku baik-baik aja, chubyy. Gak usah murung gitu mukanya." ucapnya memotong pertanyaanku. Dia mengacak pelan rambutku. Laki-laki ini...selalu membuatku damai bahakn meskipun saat keadaanya sendiri tidak baik.
"Iih, jadi berantakan nih." Ucapku protes. Dia hanya tersenyum simpul lalu kembali mengenggam tanganku dan kali ini lebih erat.
Bersambung
⚠️ BIASAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA ⚠️
-
-
Belum sampai diambang pintu kantin Alexa kembali berhenti, lalu melepaskan pecahan beling yang menancap pada sepatunya tanpa rasa ngilu. Setelah itu ia melepaskan sepatunya, terlihatlah kaos kaki putihnya yang sudah berubah warna menjadi merah darah membuat orang-orang yang masih memperhatikan nya kembali meringis.
Baru satu langkah, sepatunya sudah berada di genggaman seseorang dan tubuhnya tiba-tiba melayang.
Alexa sedikit tersentak saat wajah seorang lelaki begitu dekat dengannya, bagaimana tidak? Jika sekarang posisinya sedang berada di gendongannya dengan ala bridal. Tangan Alexa otomatis melingkar di leher laki-laki itu, mencari pegangan karena takut terjatuh. Apalagi sekarang ia hanya digendong menggunakan satu tangan, bayangkan hanya tangan kanannya saja yang menopang kaki Alexa, sedangkan tangan kiri laki-laki itu menjinjing sepatunya.
-
-
#1 transmigrasi (051224)
#5 fiksi (110125)
#1 partnerincrime (221224)
#5 narkoba (241224)
#1 anakmotor (241224)
#1 motor (080125)
#1 gengmotor (030125)
#2 acak (140125)
#3 fiksiremaja (090125)
#8 sekolah (110125)
#1 cintasma (140125)
#1 fiction (170125)
#9 love (170125)
#2 cintasekolah (190125)
#3 geng (200125)