Story cover for ARIAL by naddhe
ARIAL
  • WpView
    LECTURAS 488
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 5
  • WpView
    LECTURAS 488
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 5
Concluida, Has publicado jun 30, 2015
Part 1

*
Aku berusaha menahan tangisku, aku tidak ingin pria yang kini menatap sendu gundukan tanah itu justru merasa semakin sedih karena melihat air mataku turun. Aku mengusap lembut punggungnya. Setidaknya hanya itu yang bisa aku lakukan, aku berharap, dengan itu bebanya sedikit ringan. Meskipun aku sadar sebenarnya tidak. Setelah kudengar helaan napas yang cukup berat, dia memutar tubuhnya berhadapan denganku. Sungguh, melihat wajah itu membuatku semakin ingin menangis. Dia tidak menangis. Samasekali tidak. Tapi kesedihan dan kehancuran dalam hatinya sangat tergambar jelas saat mata elangnya menatapku.
"Pulang?"
Arial hanya mengangguk menjawab pertanyaanku. Dia menggenggam tanganku, dan kami pun melangkah menjauhi makam Mamanya. Dia, laki-laki yang sangat aku cintai baru saja ditinggalkan oleh bidadarinya yang tak bersayap itu. 
Aku cukup dekat dengan Tante Raisa karena Arial sering mengajaku kerumahnya, selain itu beliau adalah sahabat karib Mamaku. Aku sangat terkejut ketika mendengar kabar kematian Tante Raisa, tidak pernah terbayangkan kalau Tante Raisa ternyata mengidap HIV. Begitu juga dengan Arial, dia samasekali tidak mengetahui akan hal itu. Yang paling terguncang diantara kami, mungkin Kenzo, sepupu Arial yang juga seumuran denganya. Dia sangat dekat dengan Tante Raisa, bahakan menurut Arial, Tante Raisa lebih sayang Kenzo daripada dia.
"Gak nyangka, Mama bakal bahagia secepet ini."
Ucapan Arial menyadarkanku dari lamunanku. Aku menatapnya yang kini masih menatap lurus kedepan. Aku hanya menghela nafas, membuatnya membalas tatapanku. Langkah kami terhenti. Dan kami saling menatap.
"Kamu-"
"Aku baik-baik aja, chubyy. Gak usah murung gitu mukanya." ucapnya memotong pertanyaanku. Dia mengacak pelan rambutku. Laki-laki ini...selalu membuatku damai bahakn meskipun saat keadaanya sendiri tidak baik.
"Iih, jadi berantakan nih." Ucapku protes. Dia hanya tersenyum simpul lalu kembali mengenggam tanganku dan kali ini lebih erat.

Bersambung
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir ARIAL a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Bad Boy Erlangga  de nitanurtania
38 partes Concluida Contenido adulto
FOLLOW SEBELUM BACA, SEKARANGG!! 😁 Happy reading ✨ ____________________ "Inget ini baik-baik, Lo terima perjodohan ini, Hidup Lo gue bikin layak nya neraka" "Maaf kak, aku gak bisa nolak perjodohan ini" "Oke, fine, tunggu apa yang gue lakuin ke Lo" _____________________ "Ay, capek, pusing, mau peluk" rengek Erlangga. "A'a kok jadi manja gini sih?" Kekeh Zura. "Manja sama istri sendiri ini, bukan sama istri orang lain" _____________________ Ini bukan cerita kekasih yang saling mencintai dan saling menyayangi, ini hanya sebuah Perjodohan yang tidak bisa mereka tolak. dan ini bukan hanya cerita romance atau Islamic ini juga cerita yang penuh dengan teka teki di dalam nya, masalah terus berdatangan tanpa henti. Ini kisah pria kasar dan arogan yang di jodohkan dengan perempuan paham agama, perempuan Yang lemah lembut, dan dengan senyum yang manis. Akankah sikap manis Zura dapat meluluhkan hati Rafa Erlangga Pratama?. Mau tau cerita selengkapnya tentang kehidupan mereka berdua, silakan membaca cerita nya. _______________ Selamat membaca semuanya, semoga suka ya sama cerita nya 🙌 Sebelum baca follow ig aku dulu gak sihh?! @authorwttpd @muthkhairun 🚫Mohon maaf jika ada kesamaan tempat, tokoh, dan alur nya, ini murni ketidaksengajaan author nya, dan ini asli pemikiran diri sendiri, dilarang untuk PLAGIAT cerita ini!.. ⁉️!MAAF KALO ADA BAHASA YANG KURANG BAIK, TOXIS, ATAU KATA-KATA YANG SALAH SEKALI LAGI MAAF, DAN TERIMA KASIH 🙏☺️
LALA de nurleniwahyu
16 partes Concluida
Tawa, cinta dan luka Lala Anastasya Rifani, gadis SMA biasa yang memiliki sifat ceria, ia harus bertemu dengan seorang pemuda yang dingin, namanya Rio Arfan arsyifki , yang membangun sebuah tembok acuh yang menjulang tinggi, itu ia lakukan agar tak ada celah untuk orang lain melihat luka yang sengaja ia tutup dari dunia. Sampai akhirnya perlahan kekuatan tembok itu tak bertahan lama, sedikit celah mulai terlihat, saat ia mulai terbiasa dengan kehadiran Lala yang membawa kehidupan sepi nya menjadi sedikit berwarna. Lala yang selalu hadir di setiap harinya, membawa sebuah alasan pertemanan, agar dirinya dapat selalu melihat rio, Alasan Sederhana namun dapat membawa dirinya menjadi jatuh kepada pemuda dingin itu. lalu, bagaimana dengan luka yang sengaja di tutup oleh Rio? Apakah Lala bisa menerima , kekurangan dan menjadi obat untuk luka itu? Bagaimana dengan kelanjutan hubungan keduanya? ------- " Sekarang kita temen" ucap Lala tiba tiba disertai tangan yang sudah bersiap menerima uluran tangan Rio " Hari ini, besok dan seterusnya Lo ga akan pernah gue anggap temen gue, gue benci cewe yang sok baik kaya Lo! Dan satu lagi gue peringatin jadi cewe jangan belagu!" Balas Rio dengan suara tajam dan sorot mata yang seolah olah ingin menghabisi Lala hidup hidup " Gapapa kalo Rio ga mau anggap Lala temennya Rio, tapi Lala yakin di suatu hari nanti Rio pasti butuhin Lala buat jadi temen... Temen hidup misalnya xixixi" ucap Lala santai dan jangan lupakan senyum manis yang selalu setia bertengger di bibir ranum nya " Sinting!" Selamat membaca:) Ini cerita pertama ku, maaf kalo ada banyak kesalahan dan kosa kata yang kurang pas:)
Zenna Story de Senaaraini
37 partes Continúa
Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!
Jejak wasiat kakakku de grace348469
22 partes Concluida Contenido adulto
Namaku Alya. Dan aku tidak pernah menyangka bahwa langkah kakiku suatu hari akan menggantikan jejak perempuan paling kuat yang pernah aku kenal: kakakku, Alisa. Sudah hampir setahun aku tinggal di rumah besar bercat abu muda itu, rumah yang dulunya hanya aku singgahi saat libur semester atau ketika merindukan masakan kakakku. Tapi sejak Alisa divonis kanker paru-paru stadium lanjut, rumah itu menjadi dunia baruku. Aku memilih cuti kuliah, meninggalkan kosan kecilku di Jogja, dan kembali ke kota ini-demi merawatnya. Aku masih ingat hari ketika pertama kali datang kembali ke rumah itu. Anak-anak Alisa, Rani dan Dafa, langsung berlari memelukku. Rani sudah kelas dua SD, dan Dafa masih TK. Mereka belum tahu betapa besar badai yang sedang menunggu kami semua. Dan di tengah rumah itu, ada sosok pria yang paling jarang bicara: Rayhan. Suami Alisa. Kakak iparku. Ia selalu tenang. Terlalu tenang, bahkan saat Alisa harus masuk rumah sakit untuk ketiga kalinya bulan itu. Ekspresinya nyaris tidak berubah-datar, kaku, dan kadang membuatku bertanya-tanya apakah ia benar-benar mencintai kakakku atau hanya hidup berdampingan karena kebiasaan. "Mas Rayhan, teh hangatnya," kataku malam itu, sambil meletakkan cangkir di meja. Ia hanya menoleh sekilas. "Makasih." Lalu kembali tenggelam di balik layar laptopnya. Begitulah Rayhan. Ia tidak pernah kasar, tidak pernah marah, tidak pernah meninggikan suara. Tapi juga tidak pernah benar-benar hadir. Ia adalah tipe laki-laki yang, entah kenapa, membuat dada terasa sesak hanya karena terlalu hening. Sementara itu, kondisi Alisa kian memburuk. Berat badannya turun drastis, rambutnya mulai rontok karena kemoterapi, dan batuknya sering berdarah. Tapi ia tetap tersenyum. Tetap berusaha mencatat tugas-tugas sekolah Rani, tetap memeluk Dafa sebelum tidur. Suatu malam, saat aku menemaninya di kamar, Alisa mem
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
VIERRA'S SECOND LIFE cover
Bad Boy Erlangga  cover
LALA cover
My (boy) Friend | Bbyu Vol.1 cover
Zenna Story cover
AMNESIAL (END) cover
KALINDRA  cover
Jejak wasiat kakakku cover
Pelangi yang Telah Lama Hilang cover
SELEPAS KAU PERGI (END) cover

VIERRA'S SECOND LIFE

56 partes Concluida

(ENDING) SEBAGIAN PART DI HAPUS UNTUK KEPENTINGAN PENERBITAN! "APA YANG KAMU UCAPKAN, VINCENT!?" Dadaku terasa sangat sesak, bagai terhimpit benda berat tak kasat mata. Dia, orang yang berada di depan ku, suamiku sendiri, menyatakan bahwa dia telah menghamili gadis yang kini menangis di balik punggung kekar suamiku. Gadis yang ku anggap adikku sedari kecil. Anak dari seorang pelayan di rumah orangtuaku. "Apa ucapan saya kurang jelas?" Aku menggeleng ribut, tanganku menutup mulut tak sanggup mendengarkan isakan menyedihkan ku sendiri. "Anak yang ada di dalam kandungannya, adalah anak saya, kami melakukannya atas dasar sama-sama suka." Brengsek! Sejak di mana, adik yang ku anggap itu menjadi istri kedua suamiku, disitulah penderitaan ku dimulai. Aku hidup bagai di tengah-tengah neraka. Sampai di mana akhirnya, rencana jahat menimpa ku, aku di pandang sangat hina, bahkan derajatku hampir sama dengan para pelayan. Aku benar-benar menjijikan, sangat menjijikan. Sampai akhirnya aku mati terbunuh dan itu membuatku tersenyum di sisa nafasku. *** "Kehidupan kedua? Aku tidak mempercayai nya." "Tapi ini suatu hadiah terbaik dari Tuhan, aku akan merubah semuanya, aku akan membalas semuanya." ~Takdir akan berulang tapi dengan nasib yang berbeda~ Start: Sabtu, 05 November 2022 End: