Love , Magic !

Love , Magic !

  • WpView
    Reads 1,719
  • WpVote
    Votes 98
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 5, 2016
Awalnya hidupku tenang-tenang saja sebelum bertemu dengan pria gila ini . Bayangkan saja, mengenalnya saja tidak, tapi dia memperkenalkan ku sebagai tunangan nya didepan wartawan . Catat WARTAWAN ! Yang berarti seluruh Indonesia bisa tahu . oh sementang pesulap terkenal bisa seenaknya saja memperlakukan ku seperti ini, ditambah lagi dengan perjodohan yang diajukan orang tua ku . Pria gila ini malah mau menikahiku ! Sudah menyebalkan, suka ngatur lagi oh lengkap sudah . *Azura Cantika Balendion* Hidupku sudah tidak lagi tenang semenjak namaku naik menjadi pesulap terkenal . sampai saat aku menabrak wanita dan tanpa berfikir panjang langsung bilang kalau dia tunangan ku . aku gila ? emang aku gila karena wartawan-wartawan ini . Ditambah lagi dengan beban orangtua ku yang mau menjodohkan ku . dan wanita ini ? sudah cerewet, banyak maunya, membuatku pening saja . Tapi dia cantik sih *Vino Pradana Tanubraka*
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Dosen Killer | END✔
  • Crazy Marriage
  • UNTIED ME #NUBARYOU&I (SELESAI)
  • Unplanned marriage
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • After The Rain
  • 6 Bayi Kembar (REVISI)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Om, Ayo Nikah!

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines