Cinta Di Ujung Bumi

Cinta Di Ujung Bumi

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 2, 2015
Aku tatap kertas kosong nan polos di hadapanku. Ide menghambar ke kepalaku seakan-akan memancingku untuk menulis sebuah cerita. Apa yang harus kutulis? Aku tak tahu. Yang hanya kutahu hanyalah aku marah. Aku marah akannya. Aku marah karenanya. Aku marah dengannya. Dan aku sadar, aku harus melampiaskannya, aku harus menyelesaikan masalah ini. -- Aku baru sadar, kamulah cintaku. Kamulah jantungku. It was always you. Aku baru menyadarinya setelah aku meninggalkanmu. Aku putus asa. Oh, sayang. Maafkan aku atas perbuatanku. Aku tak bisa menahan rasa cinta di hati ini. Aku tak bisa. Tak ada satupun manusia yang mengerti aku. Dan hanyalah kamu. Dan itupun dulu. Bagaimana cara memutar waktu ke hari itu, oh, sayang? Kembalikanlah aku.
All Rights Reserved
#15
clare
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IMPERFECT
  • When I Meet You
  • Miss You Love
  • 𝑳𝒐𝒗𝒆 𝑴𝒂𝒌𝒆 𝒕𝒉𝒆 𝑾𝒐𝒓𝒍𝒅 𝑺𝒑𝒊𝒏𝒏𝒊𝒏𝒈 [𝐓𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐓𝐞𝐫𝐛𝐢𝐭]
  • DikaRanggi
  • You're Here, But Not For Me
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • I LOVE YOU
  • The Kidnapper
  • Love and Broken Heart
IMPERFECT

Arunika berteriak, "Lo nggak akan ngerti, karena lo gak berada di posisi gue!" "Gue gak akan paham kalo lo sendiri gak mau cerita. Gue bukan cenayang yang bisa tahu isi hati dan pikiran orang lain," balas Alister setelah menghela napas sebelumnya. Air mata membasahi wajah Arunika, tangannya terkepal kuat, "Gue benci sama diri gue sendiri, gue benci sama dia! Gue benci semua laki-laki di dunia ini, lo semua tuh bangsat!" Semua perasaan yang tertahan dan ia sembunyikan dalam dinding kokoh yang sudah ia bangun, akhirnya pecah. Sedih, kecewa, marah, benci dan terhina. Semua perasaan itu bercampur jadi satu dan menggerogoti hidup Arunika secara perlahan-lahan. Lebih buruk dari yang gadis itu kira. "Hidup lo nggak akan berakhir karena itu. Gue ada di sini, buat lo. Gue bakalan nemenin lo dalam situasi apa pun. Apa yang terjadi di masa lalu, itu bukan salah lo."

More details
WpActionLinkContent Guidelines