Take Me To Neverland

Take Me To Neverland

  • WpView
    Leituras 49
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, dez 8, 2016
WpInfo
Fanfic
1Direction
Guys, ayo kita luangkan waktu sejenak untuk matematika kita tercinta. Apa yang akan dihasilkan dari seorang gadis yang memiliki masa lalu yang suram ditambah dengan imajinasi yang kelewat batas? Apakah sesuatu yang indah? Atau sebaliknya? Apa yang akan terjadi, jika seorang gadis memiliki seorang teman yang bahkan tidak dapat dilihat oleh orang lain memulai lembar hidup baru? Apakah sesuatu yang indah? Atau sebaliknya? Hidup itu terus berjalan. Pernyataan itu benar, atau tidak?
Todos os Direitos Reservados
#8
piatu
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • H-30 (Freenbecky)
  • MATCH MADE IN HEAVEN 2 (SELESAI)
  • ʟᴏᴠᴇ ɪɴ ꜱɪʟᴇɴᴄᴇ
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • MAID IN LOVE - BECKFREEN [SELESAI]
  • Our Story [TAMAT]
  • Back To Change i'm aletha now ! #wattys2018
  • Obliviora

Di luar gedung pernikahan, di bawah langit yang mulai memerah, terdapat seorang wanita yang terjatuh, duduk membungkuk dengan wajah tertutup tangan. Halaman depan gedung itu menjadi saksi bisu betapa hancurnya hati seseorang yang sedang meratapi takdirnya. Dialah Freen. Tangisannya terdengar jelas, mengalir deras, seolah mengeluarkan segala rasa sakit yang selama ini terpendam. Kini, semua rasa itu menyatu, menggunung, begitu berat, setelah menyaksikan puncak kepedihannya. Becky-satu-satunya wanita yang begitu ia cintai-telah bersanding dengan pria pilihan hatinya. "Freen!" teriak Nam, yang berlari menghampiri sahabatnya itu. Tanpa ragu, Nam memeluknya erat, ikut merasakan kepedihan yang tak terkatakan. Nam tak bisa menahan air matanya. Hatinya pun remuk melihat sahabatnya begitu hancur. "Maafkan aku, Freen," ujar Heng dengan suara penuh penyesalan. "Aku... aku tak bisa mencegahnya." Freen hanya terisak. Tanpa bisa berkata apa-apa, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, tubuhnya bergetar hebat, dan rasanya seolah dada ini akan meledak. "Becky... dia sudah jadi milik orang lain sekarang..." suara Freen tercekat, semakin tertahan oleh tangisannya yang tak bisa dihentikan. Nam menggigit bibir, menunduk, seolah tak lagi memiliki kata-kata yang bisa menghiburnya. "Sudahlah, Freen... kau sudah berjuang dengan sekuat tenaga," kata Heng dengan suara berat. "Kau sudah melakukan yang terbaik." "Aku gagal, Heng... aku gagal," ucap Freen dengan air mata yang terus mengalir, membasahi pipinya. "Aku tak bisa membuatnya tetap di sini, bersama aku." Heng menundukkan kepala, tak kuasa menahan air mata yang kini mengalir di pipinya. Yang bisa ia lakukan hanya memeluk Freen, menemani sahabatnya yang tengah hancur, menangis bersama di tengah keheningan malam.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo