Secangkir Teh dan Kopi

Secangkir Teh dan Kopi

  • WpView
    LECTURAS 1,134
  • WpVote
    Votos 48
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 21, 2015
Tania, bak secangkir teh yang tengah diombang-ambing oleh sang penyeduh, merasakan kehangatan si penyeduh itu sendiri, namun tak bisa mengungkapkannya. Jeremy, pecinta kopi, namun perangai yang ditunjukannya berlawanan dengan kopi itu sendiri. Jeremy adalah sosok yang ceria, tak pernah lesu, selalu tersenyum dalam setiap hari-hari yang dilaluinya. Namun, sebagian orang berkata, jika kopi bertemu dengan teh, semuanya akan terasa lebih nikmat, namun sebagian lainnya berkata, teh dan kopi tak akan pernah bisa bersatu. Gelap dan terang takkan pernah menyatu. Sekiranya, mereka dihadapkan oleh dua pilihan itu, manakah yang akan mereka pilih? untuk bersatu atau untuk memilih jalan sesuai pilihan masing-masing? Akankah takdir menyatukan mereka? Note: Mungkin kalian akan menganggap ini adalah cerita romansa yang agak klise walaupun sebenernya iya (haha, terus ngapain aku bilang?) tapi aku harap kalian tetap doyan bacanya walaupun judulnya pasaran dan mungkin cerita tidak sesuai dengan harapan kalian. Selamat membaca! :) Copyright ©2015 by chaterinegunawan
Todos los derechos reservados
#681
kopi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Arsyilazka
  • A Cup Of Coffee (Done)
  • Coffee Latte
  • The Coffee Crush
  • Strawberry
  • My Barista Boy(Friend)
  • Langit di Antara Kita
  • Lemon Tea
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Kopi pahitku

Kisah kehidupan seorang gadis dari keluarga menengah yang mencintai seorang pria sejak ia masih kecil namun karna penolakan yang di dapatkannya saat ia berumur 10 tahun kala itu membuatnya mengubur harapannya untuk bisa bersama pria itu. Namun takdir berkata lain, saat SMA mereka kembali satu sekolah di mana si pria ini menjadikan gadis malang ini sebagai bahan taruhan dengan teman-temannya. 🍁 "Gila aja Lo!, gue? suka sama cewek kamseupay gitu? Gak banget!" kata Azka dengan wajah yang diangkat angkuh. "Jilat ludah sendiri tau rasa" kata Nathan sambil memainkan handphonenya. "Gue gak bakalan suka sama dia, dia bukan selera gue banget, dia itu cupu, miskin, tepos lagi. Lo tau sendirilah selera gue kayak gimana" kata Azka sambil mengambil lalu meminum minuman milik Nathan yang berada tepat di depannya. Deg "Harusnya aku gak usah berharap lebih" 🍁 "Aku udah punya pacar Kak, jadi aku harap kakak gak ganggu aku lagi" Deg "Lo ngomong apa sih La" kata Azka terkekeh sumbang. "Stop bersikap seakan-akan kakak ada rasa sama aku, aku udah punya pacar, jadi tolong berhenti ikutin aku!, kita udah putus kak" 🍁 Bagaimana kelanjutan hubungan mereka? 🍁 Cerita ini Murni Karangan aku sendiri, Jadi Plagiat menjauh yaaa :) Kamu tidak akan pernah bisa maju jika hanya menjadi seorang penguntit 😌 Bijak dalam membaca Karya kedua akuuuu :) semoga suka deh yaaa😊

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido