My Fake Boyfriend

My Fake Boyfriend

  • WpView
    Reads 203
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 11, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Gadis itu tersentak dan terduduk sambil memegang kepalanya yang tambah berdenyut. Aku masih memakai baju utuh, pikirnya. Tidak terjadi apa-apa kan? "Kau sudah bangun?" ucap pria di sebelahnya dengan suara serak. Dan entah mengapa membuatnya tegang. "Katakan! Apa yang terjadi semalam?" dia berencana mengatakan dengan nada tinggi namum kepalanya masih saja tidak mau berdamai dengan denyut mengerikan itu. "Kau tidak ingat?" ucap Viano sambil menyusuri lengan Riana yang terbuka dengan telunjuknya. Membuat gadis itu merinding. "Hentikan omong kosongmu! Atau kau kutuntut atas pelecehan seksual. Kau tidak ingat di kolam renang waktu itu? Selamat! Kau punya dua kasus pelecehan seksual."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ku Kira Kita Searah
  • playlist (completed)
  • COMPLICATED
  • Please don't get tired of Me
  • second chance (completed)
  • Ada Apa Dengan Rangga ?
  • You Got It
  • Eight Prince GoodLooking (End)

(TAMAT) "Tanda tandanya kita sama deh." "Sama apaan?" "Ya sama sama belok, kira kira kalau gue nembak lo diterima gak?" "ndasmu!" Winar benar benar bingung dengan perangai si Brian. Dia bisa bikin suasana hatinya naik turun kayak roller coaster, sebentar naik ke awan karena baper, sebentar lagi jatuh ke bawah sampai emosian parah. Winar jadi plin plan nih, milih harus suka atau harus benci ke Brian! "Ah anying pusing! Sebenernya kita searah gak sih? Bisa pacaran gak sih?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines