Bubble Nonsense

Bubble Nonsense

  • WpView
    Reads 310
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureComplete Wed, May 18, 2016
"Bukankah imajinasi yang aku punya dituntut hanya untuk ku sendiri?" - Axelia
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Duke'S Red String
  • When The Villain Called Me Mother
  • Just let me live, Duke!
  • I Became the Villain's Nursemaid
  • GALEN PRADIPTA
  • Abo Desire
  • SERAPHINA : I'am The Villainess, So What?
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • A Family of Villains
  • The Mad Marchioness of Obsidia

Leya menghabiskan hidupnya melihat benang merah milik orang lain, tanpa pernah melihat miliknya sendiri. Hingga maut datang menjemput. Di bawah reruntuhan perpustakaan yang lumat oleh gempa, jari kelingking Leya tiba-tiba menyala. Di detik-detik terakhir napasnya, ia melihat benang itu terhubung pada seorang pemuda dengan wajah bersimbah darah. Namun, sebelum ia sempat meraihnya, kegelapan merenggut segalanya. Maut seharusnya menjadi akhir, tapi Leya justru terbangun sebagai anak rahasia di kediaman seorang bangsawan yang dingin di dunia yang asing. Dan ujung benang merah itu kini bertaut pada sosok yang paling seharusnya ia hindari. Sosok yang bisa menghancurkan hidup barunya dalam sekejap. Jika benang merah takdir konon tak pernah salah, lalu mengapa Leya merasa takdir sedang berusaha membunuhnya untuk kedua kali? ©April, 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines