LITHIUM

LITHIUM

  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 19, 2015
Di kota Orb dalam kerajaan Lith, pergejolakan terjadi di antara masyarakat Lith. diantaranya tiga orang pemuda yang menjadi provokator pemberontakan masyarakat terhadap raja Argy yang memimpin kerajaan Lith. Raja Argy geram mendengar dari penasihat kerajaan bahwa ada provokator yang menyebabkan semua ini terjadi. Raja bertitah untuk menangkap tiga pemuda itu. Tiga pemuda itu dijatuhi hukuman Penggal setelah menghadap raja. Tetapi mereka dapat kabur dari hukuman raja setelah diculik oleh manusia yang dapat melakukan perjalanan menembus ruang dan waktu. mereka bertiga diutus untuk menjadi prajurit Lithium. Apa yang membuat kerajaan Lith bergejolak? Siapakah tiga pemuda itu? Bagaimana Nasib pemuda itu?
All Rights Reserved
#23
swordsman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pendekar Wanita Baju Putih (Pek I Lihiap) - ASKPH
  • Marera [Istri Putra Mahkota]
  • ELGARD
  • Putra Penyihir : Fajar Kegelapan (END)
  • Queen Of Hell ✔️
  • The Lost Kingdom (END)

"Ha, Pek I Lihiap datang lagi. Apakah kau rindu padaku?" pahlawan itu gunakan kesempatan untuk menghina Giok Cu karena hatinya masih sakit karena sabetan dulu. "Saudara-saudara! Kalau memang kalian tidak mencari permusuhan, pergilah jangan ganggu kami!" Thian In berkata lagi. Kim-to Poey-kong tertawa. "Sobat, kau agaknya seorang gagah juga. Maka kau pergilah dengan Pek I Lihiap, kami takkan mengganggu kalian. Tapi Thio-siucai ini harus kalian tinggalkan kepada kami." "Tak mungkin! Kami berlima adalah teman seperjalanan, tak mungkin dia kami tinggalkan. Kami pergi bersama dan tinggal bersama pula." "Kalau begitu, terpaksa kami harus gunakan kekerasan!" "Silahkan! Kami tidak takut!" berkata demikian ini Thian In mencabut pedangnya dan Giok Cu juga turut contoh pemuda itu. "Ha, ha! Agaknya kalian dua orang muda sudah bosan hidup." Sebagai penutup kata-katanya, Kim-to Poey Kong gerakkan golok emasnya ke arah Thian In yang menangkis dengan cepat. Keduanya merasa betapa besar tenaga masing-masing hingga Kim-to Poey Kong terkejut sekali, karena si Golok emas ini tadinya hendak gunakan tenaganya dan sekali sampok hendak bikin pedang Thian In terpental jauh! Siapa duga, tidak saja pedang, pemuda itu tidak terlempar, bahkan ia merasa telapak tangannya yang memegang golok tergetar panas! Ia maklum bahwa pemuda di depannya ini tak boleh dibuat gegabah, maka ia berseru: "Kawan-kawan, serbu!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines