SUN ☀
  • WpView
    Membaca 7,787
  • WpVote
    Vote 367
  • WpPart
    Bab 20
WpMetadataReadLengkap Min, Nov 15, 2015
WpInfo
Fiksi
Romansa
Helia, cewek kutu buku, yang super cuek dalam segala hal apapun, bahkan ia tidak tahu bahwa ada seorang cowok yang terkenal super tampan dikampusnya menyukainya. "kamu akan selalu jadi matahariku. Helia." ujar Tyo "lo cewek pertama yang buat gue stress karena cinta dan lo cewek pertama yang berhasil membuat gue berubah" ujar Alan "bukan mudah untuk mencintai seseorang yang bukan kita cinta, tetapi hal itu akan mudah jika kita menjalaninnya" ujar Helia -DILARANG KERAS MENCURI ATAU MENGCOPY CERITA- * Beberapa bagian cerita menghilang dari part 3,follow untuk lanjut membaca😉 thanks you😘
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#121
photograph
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cinta Cake
  • Roommate With Benefits
  • Laurene (END)
  • You Are Mine [COMPLETED #Story_01]
  • One Week Love 2 (Completed)
  • KOSTAN JANUARTA
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • The Housekeeper

"Kan, apa sih cinta menurut lo?" Tanya Kevin seraya tersenyum menatap langit sore. Kania terdiam sejenak menatap Kevin. Hatinya tiba-tiba sakit. "Gue nggak terlalu paham tentang definisi cinta, yang jelas cinta itu menyenangkan. Walau terkadang menyakitkan." Ujar Kania seraya menatap langit sore. "Menurut gue cinta itu seperti cup cake." Kania menatap Kevin penasaran. Kevin tersenyum membayangkan wajah Sabrina yang tersenyum menatapnya. "Terlihat manis dan menyenangkan. Ingin rasanya mencoba dan mencari tau seperti apa rasanya. Ternyata rasanya sangat manis. Seperti cinta." Ujar Kevin seraya membayangkan Sabrina. "Vin?" panggil Kania dalam hati. "Kan? Aku berharap kamu juga merasakan apa yang aku rasakan saat ini." Kania menganggukkan kepala sembari tersenyum menatap Kevin. "Iya. Pasti! Suatu saat nanti." Jawab Kania. Mereka menatap langit sore bersama.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan