-vote -comment Tahap revisi Jangan lupa di baca ~~~~~~~~~~~~~~ Amore tak habis fikir dengan semuanya. Entah apa yang pria itu lakukan padanya "Kalian semua keluar. Kayaknya gue perlu kasih ni cewek hukuman" Perintah Zayn menatap teman temannya Seolah tau apa yang akan dilakukan Zayn kedua temannya keluar dan membiarkan Zayn menjalankan aksinya "Lo jangan buat dia nangis bego". Setelah di pastikan semua temannya keluar. Zayn mengunci pintu toilet dan membuang kuncinya ke lain arah " Gue tadinya mau bicara baik baik loh" Zayn duduk di salah satu wastafel sambil memperhatikan Amore yang celiguk kesana kemari untuk mencari kunci itu "Tapi kayaknya gue berubah fikiran deh.gue tanya lagi. Lo mau main di sini atau di apartemen gue" Akhirnya Amore menyerah. Bukan hal mudah berhadapan dengan orang tersebut " Kakak sebenarnya mau ngapain. " Tukas Amore dengan muka merah menahan amarah Kepalanya kembali pening. Rasa putus asa kembali dia rasakan " Gue cuma mu lo gantiin kesenangan gue yang lo rusak tadi. Dia kan teman lo. Berarti lo rela dong gantiin dia buat senengin gue " "Dia bukan teman aku " Ujar amore sendu sedikit berbisik " GUE NGGAK PEDULI DIA SIAPA LO. yang pasti gue mau lo sekarang" Amore mengeluarkan air matanya saat tangan besar Zayn menarik rambutnya dan membungkam mulut Amore dengan bibirnya Air matanya tak bisa di bendung. Kepalanya pusing dan tak tertahan. Perlahan matanya tertutup saat Zayn kembali mengigit bibirnya Lalu semuanya gelap bersamaan dengan darah segar mengalir pada hidungnya Kaget!!!! Zayn sontak memeluk tubuh Amore yang ternyata sudah tak sadarkan diri Terlalu kasar kah cara gue sampai lo pingsan gini. Ujar batin zayn
More details