Cause Love Will Find The Way

Cause Love Will Find The Way

  • WpView
    Reads 224
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 9, 2016
Kisah cinta yang berjalan tanpa hambatan memang hanya ada di negeri dongeng. Begitulah Keelan menganggapnya. Menurutnya cinta hanyalah hal yang tabu, hanya hal yang selalu diimpikan oleh para penikmat khayal. Tak terkecuali dirinya. Namun kehadiran sosok Refal menhancurkan dinding pertahanan hatinya yg telah lama ia bangun. Berbagai janji yang terucap menjadi kenangan di dalam celah memori mereka berdua. Tapi, suatu waktu jarak memisahkan dua raga itu. Dan apalah daya, takdir akhirnya mempertemukan mereka kembali. Keelan yang berusaha dengan sekuat tenaga membangun dinding pertahanan yg dulu hancur, kini dihancurkan lagi oleh sosok yang sama. Bersediakan Keelan menerima sosok itu lagi?
All Rights Reserved
#34
indonesian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • REMBULAN
  • The Remaining Piece[Completed]
  • Dalam Diam Bumi Berputar
  • [COMPLETED] The Bride Change 신부 변경. (Sehun EXO) -WATTYS2K16-
  • #1 Masih Mahu Berahsia?|✔|
  • Kapten ragbi sekolah.. suamiku?!
  • [COMPLETED] In A Revenge Of Love 사랑아 복수에서.
  • LOVES RUINS EVERYTHING
  • I Love You , Ketua Pengawas✔
  • HELLO, KESAYANGAN ! (TERBIT: CINTA AD & FAR)
REMBULAN

Cinta bukan hanya tentang memperjuangkan melainkan terkadang mengikhlaskan apa yang berat untuk dihempas dalam relung. Tak ada pilihan selain mengemas semua yang telah lalu, ada sakit yang menetap dikala semuanya terasa begitu sulit untuk dibelit. Kamu tahu rasanya melepas saat sedang erat eratnya menggenggam? lemas, seolah hampa tengah meringkupmu dalam pedih. Ada luka yang tak mampu dijabarkan lewat kata, ada sakit yang tak mampu di ungkap lewat bait. Ternyata Tuhan sedang benar benar menyayangiku memelukku dibalik rapuhku yang tak kunjung kelu. Aku harus payah menangis hebat dibalik selimut tebal beserta bantal yang menimbun kepalaku beserta seisinya malam itu. Suaranya yang kubiarkan redam dalam padam membuat mataku mulai kelimpuhan menerjang pandang. Terlalu kelam untuk aku bagi bersama rembulan yang kian menderang. Aku terlelap kedalam mimpi yang tak semengerikan duniawi. Setidaknya nyawaku tenang di alam bawah sadar tanpa harus mengedar pada yang hambar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines