Alkisah di Dubai

Alkisah di Dubai

  • WpView
    Reads 108,430
  • WpVote
    Votes 7,321
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 1, 2019
Ana, seorang turis asal Indonesia tak sengaja menabrak seorang pria saat ia berlari di tengah malam di pinggiran Kota Dubai. Berawal dari tabrakan itu membuat liburannya kacau balau, pria yang tak sengaja ia tabrak selalu mengikutinya kemanapun ia pergi, bahkan pria ini tak segan menculiknya dan membawanya ke tengah padang pasir ditengah malam, tanpa diketahui siapapun ia dibawa paksa pria tersebut pergi jauh ke pedalaman padang pasir yang tandus. Tanpa ponsel dan barang-barang pribadinya ia terjebak disana dan tak tahu arah jalan pulang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [COMPLETED] 7 Days
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • A Tale Of True Love (Selesai)
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • HORROR PICNIC
  • DWIKARA : Tak terhentikan seperti Waktu
  • || I'm NOT Her || End ✔
  • Reinkarnasi Sang Antagonis (TERBIT)
  • Orange Maple » Chenle X You
  • Pewaris Harta Karun

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines