How to Die Without Regret

How to Die Without Regret

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 8, 2015
Elisha pernah mencoba bunuh diri. Luka yang menghiasi tangannya seperti amarah yang tak akan hilang. Lalu ada Ghea, yang tidak pernah lupa bagaimana ibunya berhasil bunuh diri di depan matanya sendiri. Karena itu, ketika kedua orang dengan sifat yang begitu berbeda ini jalan ke sekolah bergandengan, seisi sekolah langsung gempar. Mengapa Elisha bisa jadian dengan Ghea? Mengapa Ghea yang serpihan hidupnya tersebar tajam bisa mendapatkan Elisha yang hidupnya selalu tertata? Terlebih lagi, apa alasannya?
All Rights Reserved
#64
suicidal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aghida [ON GOING]
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • Pembunuh Di Sekolah
  • The Secret That Makes Me Grow [END]
  • The Way Home
  • Eramnesia
  • HIDDEN I (The End)
  • Hidden Gang | Enhypen Le Sserafim: Hybe [✓]
  • Paradise
  • SPY

Sebelum kalian menyelami luka dalam cerita ini tolong tinggalkan jejak. Jangan jadi bayangan yang membaca dalam diam. Satu vote, satu komentar, adalah bentuk kecil dari penghargaan yang besar. SELAMAT MEMBACA! ------------ "Setiap teori butuh bukti. Tapi bagaimana jika kenyataan justru memutarbalikkan segalanya?" Aghida hidup diantara luka masa lalu dan rahasia yang terkubur rapi-seperti partikel yang tampak stabil tapi rapuh di inti. Ia menyalurkan pikirannya ke dalam bintang kertas, seolah menulis persamaan yang hanya ia dan semesta yang tahu jawabannya. Namun, ketika paper star hitam muncul dengan perlahan, berisi pesan-pesan gelap yang seolah ditulis oleh dirinya sendiri, kestabilan itu mulai runtuh. Aghida bukan sekadar gadis biasa. Ia hidup di antara trauma masa lalu, algoritma yang tak sengaja ia pecahkan, dan sistem pendidikan yang menyimpan terlalu banyak celah. Di balik ekspresinya yang datar, ada observasi tajam dan ribuan hipotesis dalam diam. Tapi satu hal yang belum bisa ia pecahkan: Kenapa dirinya selalu jadi pusat luka, dan mengapa ada yang begitu tertarik membongkar luka itu? Dan ketika gerbang sistem sekolah mulai terbuka, semua rahasia yang tersembunyi pun tak lagi bisa dikendalikan. Termasuk miliknya sendiri. -------------------- selamat membaca! start : 20 februari 2025 end : ©all pictures by pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines