(Bukan) Untukku

(Bukan) Untukku

  • WpView
    Reads 288
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 25, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Baca aja dulu. Kali aja sukaa hehe :) "Kamu sendirian?", sapaku pada seorang pria muda tampan ----dengan wajah pucat, yang duduk di sebelahku. Wajahnya terkejut ketika aku menyapanya. Ada apa sebenarnya? -Elsa Renatha Aku terkejut bukan kepalang ketika seorang wanita cantik bertanya padaku. "Ka... ka.. kamu bisa melihat aku?", tanyaku tergagap, sambil menunjuk dadaku. Bagaimana dia bisa melihatku, aku sudah mati 2 tahun lalu!! -Jo Andreas
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Want Your Lips
  • My Favorite Friend (Complete)
  • Tak Pernah Ternilai
  • flashback~
  • sebuah senyuman
  • Backstreet
  • Cintaku dan Diamnya Kejora
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • Putralisha~
  • CRY FOR ME

"Aku wanita tercantik di kampus ini, kau tidak percaya? Itu karena kau tak pernah melihatku. Jika kau pria, aku yakin kau akan melupakan harga dirimu demi mengejarku. Dan jika kau wanita, kau pasti kewalahan memaksakan diri untuk jadi sepertiku. Tidak apa, aku tidak marah tentang hal itu. Karena apa? Karena tak akan ada yang bisa menandingiku." - Calista. "Dia itu seperti kaktus. Indah namun berduri. Semakin ingin digenggam, semakin menusuk. Tapi, tak ada yang tahu bahwa didalam kaktus ada bagian yang lunak dan lembut. Sudah 8 tahun kurawat kaktusku dan takkan kubiarkan ada yang menyentuh durinya. Dia, kaktus nakalku." - Jo. "Harusnya saat itu aku tak menatapmu. Kau membuatku tidak nyaman. Pergilah, dan jangan buat jantungku berpacu tidak jelas seperti ini. Kau sangat mengganggu." - Arsel. "Sampai saat ini, dia tak mengenalku dan menyadari keberadaanku. Bodohku karena tak menampakan diri. Tidak apa, biar rasa ini kunikmati sendiri. Kau nikmati saja cintamu. Aku takkan pergi." - Rin.

More details
WpActionLinkContent Guidelines