"Raka! Ituuu... " Sam memanggilku dan menunjuk pojokan mini market yang sedikit gelap. Agak samar aku melihat seperti seseorang sedang terduduk sambil melipat kakinya.
dengan sedikit ragu aku menunduk dan menyentuh pundak sosok di hadapanku.
" Hey..! " kataku, tapi orang yang aku sentuh tidak memberikan reaksi apa-apa. Karena penasaran, aku semakin mendekat dan jongkok di hadapannya. Kembali ku sentuh pundaknya, agak kuat kali ini "Hey!"
Tiba-tiba gadis itu mengangkat kepalanya dan membuatku terkejut hingga nyaris terjengkang kebelakang jika saja gadis itu tidak menarik jaketku. Ada darah mengalir dari kepalanya, hampir seluruh wajahnya tertutupi darah, matanya bengkak dan merah. Tiba-tiba dia menarik wajahku semakin mendekat padanya.
"to...long.. a...ku.... se...la...mat...kan.. a...kuuuuh..." bisiknya lirih dan langsung ambruk di pangkuanku.
21 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt
21 Kapitel
Abgeschlossene Geschichte
Erwachseneninhalt
[ TERBIT • Order ke bukabuku.com ]
"Lima alasan kenapa saya nggak mau nikah sama Mas Bara." Mataku menatap tajam matanya. "Satu, umur saya masih muda dan saya belum ada niatan buat menikah. Dua, Mas Bara duda dan saya nggak mau nikah sama duda. Tiga, status Mas Bara juga belum jelas, udah cerai atau belum, saya nggak tahu. Empat, saya masih mau pacaran sama laki-laki yang jauh lebih muda dari Mas Bara, jauh lebih-lebih dari Mas Bara. Dan lima, saya nggak mau nikah sama Mas Bara. Puas?"
Alih-alih tersinggung, Mas Bara cuma tertawa kecil. Sudah gila kali tuh laki.
"Dari semua alasan kamu, nggak ada alasan kamu nggak cinta sama saya," ujarnya tenang. "Jadi, saya masih punya kesempatan buat ngajak kamu nikah."
***
#1 Hottest Series