Hold me
  • WpView
    Reads 11,075
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 20, 2016
"Raka! Ituuu... " Sam memanggilku dan menunjuk pojokan mini market yang sedikit gelap. Agak samar aku melihat seperti seseorang sedang terduduk sambil melipat kakinya. dengan sedikit ragu aku menunduk dan menyentuh pundak sosok di hadapanku. " Hey..! " kataku, tapi orang yang aku sentuh tidak memberikan reaksi apa-apa. Karena penasaran, aku semakin mendekat dan jongkok di hadapannya. Kembali ku sentuh pundaknya, agak kuat kali ini "Hey!" Tiba-tiba gadis itu mengangkat kepalanya dan membuatku terkejut hingga nyaris terjengkang kebelakang jika saja gadis itu tidak menarik jaketku. Ada darah mengalir dari kepalanya, hampir seluruh wajahnya tertutupi darah, matanya bengkak dan merah. Tiba-tiba dia menarik wajahku semakin mendekat padanya. "to...long.. a...ku.... se...la...mat...kan.. a...kuuuuh..." bisiknya lirih dan langsung ambruk di pangkuanku.
All Rights Reserved
#52
bdboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hasrat Terpendam
  • GALAP
  • Like a Boss
  • FALLING STAR (Completed)
  • GITA OLIVIA [END]✅
  • Cantika Story | Eunha x Eunwoo ✔
  • Kanaya (END)
  • MY BEAUTIFUL LALUNA [FIN]
  • [ E N D ] Bandung dan Kenanganku Tentangmu

Beberapa kali abel mengubah posisi tidur agar bisa memejamkan mata, tapi percuma semakin berusaha rileks malah semakin tak bisa tidur. Abel berusaha menarik nafas, kemudian menghembuskan kembali dengan pikiran yang terus berkecamuk di dalam pikirannya. Abel meraba perutnya sambil mengelus lembut. Tak terbayang apa yang sudah terjadi dua bulan lalu bersama Alex masih terus membayanginya. Masa dimana segalanya dimulai. "Ini surat tugas dari pak Leo, kita akan berangkat ke Bali pagi-pagi sekali!" Alex meletakkan surat di meja kerja tanpa menghiraukan reaksi ku saat itu. Alex berlalu pergi. Saat kubuka surat tugas tercantum namaku dan nama Alex sekaligus tiket pesawat yang sudah menempel di surat tugasku. Aku begitu kesal dengan pak Leo, kenapa aku harus pergi dengan Alex, laki-laki yang arogan dan tak punya sopan santun. "Kenapa kamu Bel? Wajahmu terlihat kesal?" Suara Amel teman karibku di kantor yang melihat perubahan wajahku. "Sebel aku Mel, masa pak Leo ngasih dinas mendadak ke Bali tanpa pemberitahuan aku dulu" "Wow! Harusnya kamu seneng dong Bel, bisa tugas ke Bali sambil jalan-jalan gratis" ungkap Amel menyemangati. "Ke Bali nya sih enak, tapi yang bikin aku kesel kenapa aku ditugaskan bareng sama Alex!" Aku menggeram kesal. "Kamu tau sendiri Mel, gimana sikap Alex ke aku, benar-benar menyebalkan!" Aku pergi ke pantry diikuti Amel dari belakang. "Iya sih Bel, aku juga males kalo harus dinas bareng sama cowok yang nyebelin kyak Alex. Liat aja sikapnya gak pernah manis sama orang. Dan selalu saja kata-kata pedas yang keluar dari mulutnya. Mentang-mentang dia Manager seenaknya aja nge bossy. Sabar ya Bel..." Amel memegangi pundakku, dia begitu paham perasaanku. ** Suasana di bandara pagi itu benar-benar sepi. Aku masih duduk sambil melihat kearah arloji ku, jarum jam sudah menunjukkan angka 05.30 tapi Alex belum juga datang. Dalam hatiku senang bila ternyata Alex telat bangun dan tidak jadi ikut. Aku tertawa kecil sambil membayangkam perjalananku tanpa Alex.

More details
WpActionLinkContent Guidelines