BLAD
  • WpView
    Reads 266
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 26, 2015
Perang dunia ketiga akhirnya benar-benar terjadi, perang kali ini melibatkan seluruh negara kecuali Indonesia. Walaupun begitu Indonesia tetap terkena imbas dari perang dunia ketiga yang membuat Indonesia mengalami krisis dan itu membuat Rakyat Indonesia banyak mati karena kelaparan. Pemberontak IAI yang muncul di saat krisis tersebut menyatakan ingin mengambil alih Indonesia dari tangan pemerintah yang mereka klaim tidak becus. Perang saudara antara pemerintah dan IAI akhirnya tidak bisa dielakkan. Seorang anak bernama Bakir yang sebelumnya hidup di pedalaman Kalimantan yang tak tersentuh perang akhirnya merasakan bagaimana perang itu. Ke pihak manakah Bakir akan bergabung? ********************************************************************************************* Halo-halo~ Baru pertamakali nih buat cerita genre aksi, jadi mohon kritik dan sarannya, oke~ Note : Cerita ini hanya fiksi, jika ada kesamaan tempat nama dan kejadian hanyalah kebetulan semata dan bukan karena unsur sengaja sedikitpun. ################################################################################ UPDATE 1 : Tag Gore ditambahkan, jadwal update cerita ini kalau tidak ada halangan adalah hari minggu pagi ^_^
All Rights Reserved
#93
laga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME will TELL {On Going}
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • Bungsu?! (Boboiboy Solar) [TAMAT]
  • The World that you know
  • Untouchable Sky
  • Rumah Tujuh Pintu [Boboiboy Elemental]
  • THUNDERBOLT
  • THE SEVENTH BLOODLINE

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines