Story cover for BLAD by Tunggalrahayu
BLAD
  • WpView
    MGA BUMASA 260
  • WpVote
    Mga Boto 20
  • WpPart
    Mga Parte 6
  • WpView
    MGA BUMASA 260
  • WpVote
    Mga Boto 20
  • WpPart
    Mga Parte 6
Ongoing, Unang na-publish Jul 07, 2015
Perang dunia ketiga akhirnya benar-benar terjadi, perang kali ini melibatkan seluruh negara kecuali Indonesia. Walaupun begitu Indonesia tetap terkena imbas dari perang dunia ketiga yang membuat Indonesia mengalami krisis dan itu membuat Rakyat Indonesia banyak mati karena kelaparan. 

Pemberontak IAI yang muncul di saat krisis tersebut menyatakan ingin mengambil alih Indonesia dari tangan pemerintah yang mereka klaim tidak becus. Perang saudara antara pemerintah dan IAI akhirnya tidak bisa dielakkan.

Seorang anak bernama Bakir yang sebelumnya hidup di pedalaman Kalimantan yang tak tersentuh perang akhirnya merasakan bagaimana perang itu.
Ke pihak manakah Bakir akan bergabung?
*********************************************************************************************
Halo-halo~
Baru pertamakali nih buat cerita genre aksi, jadi mohon kritik dan sarannya, oke~


Note : Cerita ini hanya fiksi, jika ada kesamaan tempat nama dan kejadian hanyalah kebetulan semata dan bukan karena unsur sengaja sedikitpun.

################################################################################

UPDATE 1 : Tag Gore ditambahkan, jadwal update cerita ini kalau tidak ada halangan adalah hari minggu pagi ^_^
All Rights Reserved
Sign up to add BLAD to your library and receive updates
o
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
PENGERAJIN DAN PEDANG LEGENDARIS ni dewqputra
67 parte Ongoing
Di sebuah negeri kuno, para pendekar hebat bertarung bukan hanya dengan kekuatan, tapi juga dengan jiwa pedang yang ditempa oleh Pengerajin Agung. Cerita berfokus pada Arka, seorang pengerajin muda yang tanpa sengaja menempa pedang legendaris yang dapat memilih tuannya sendiri. Namun pedang itu justru menyatu dengan dirinya. Arka harus bertarung, belajar, dan melintasi negeri penuh konflik demi menemukan rahasia warisan darahnya-bahwa ia bukan hanya pengerajin biasa, tapi penerus klan pembuat pedang suci yang telah punah. Halaman 1: Desa Tempa Api Panel 1: Gambar: Sebuah desa di lembah pegunungan, asap mengepul dari bengkel-bengkel besi. Teks narasi: "Di lembah terdalam negeri Nirbara, suara palu lebih nyaring dari doa..." Panel 2: Gambar: Seorang pemuda berkeringat, memalu besi dengan wajah penuh tekad. Teks dialog (Arka): "Aku tak akan menempa untuk perang. Tapi untuk harapan." Panel 3: Gambar: Pedang separuh jadi di atas tungku menyala. Api menyala tidak biasa-berwarna biru lembut. Teks narasi: "Tapi api punya kehendaknya sendiri..." --- Halaman 2: Percikan Tak Biasa Panel 1: Gambar: Arka meneteskan darah di besi tanpa sengaja. Teks narasi: "Sedikit luka, namun cukup untuk membangkitkan sesuatu yang lama tidur." Panel 2: Gambar: Besi menyerap darah dan mulai bersinar samar. Teks dialog (Arka): "Apa ini...?" Panel 3: Gambar: Pedang melayang perlahan dari tempatnya, belum selesai, tapi hidup. Teks narasi: "Ia belum jadi. Tapi sudah sadar." Kutipan halaman: "Tak semua yang hidup harus bernapas. Ada yang cukup dengan luka."
TIME will TELL {On Going} ni bLuE096r
15 parte Ongoing
"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡
The Heart of Yellow ni TerraFlorarumAuthor
30 parte Ongoing Mature
[𝐎𝐫𝐢𝐠𝐢𝐧𝐚𝐥 𝐖𝐨𝐫𝐤𝐬/𝐒𝐭𝐨𝐫𝐲]    Pembebasan itu mahal. Sunnah dibayar harta, Wajib dibayar darah.    Demikian realita navigasi perang pembebasan Yosef the Chosen One. Beliau kumandangkan adzan kematian teruntuk mereka-mereka yang menjeruji hamba-hamba Tuhan dalam kekang perbudakan; parasitisme budaya, harusnya mati dan lepas dari retorika pikiran, dan bila tidak ingin, lantas terpaksa batok kepala wajib hilang dari sisa rangka jantung.    Akan tetapi realita tidak mulus bersih. Perang akan memiliki intrik, politik, dan Mahakali. Negeri Khairos t'lah dipapar Tuhan. Alam hijau dan abu terbuka lebar bagi sang Dewi untuk menari sempurna penuh kepuasan.    Bersama banyak karakter yang menarik memberikan pandangan unik, pertanyaan dan konklusi, mengenai peristiwa sejarah kuno Dunya Tuhan. Karya mengenai intrik politik, teologi agama pembebasan, revolusi sosial, dendam kesumat, serta epikfikasi strategi & taktik pertempuran. Trigger Warning: Kekerasan, Gore, Rasisme, Konten Religi, Kanibalisme, Supernatural, Mistisisme, dan lain-lainnya. [ Tulisan ini merupakan karya fiksi; kesamaan nama, tempat, peristiwa, dan lain-lain merupakan sesuatu yang tidak disengaja, mohon kebijaksanaan dari pembaca ] --------------------- Jangan lupa untuk taruh cerita ini pada bahan bacaan kalian, ya! Dan silahkan untuk memberi upvote saat kalian selesai membaca, ya! Terima kasih!~
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 9
PENGERAJIN DAN PEDANG LEGENDARIS cover
Children Armed cover
Another [END] cover
TINGGAL SEATAP | BBB FANFIC (REVISI)  cover
TIME will TELL {On Going} cover
MOUDA : The Rise Of Izia cover
Bungsu?! (Boboiboy Solar) cover
Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End) cover
The Heart of Yellow cover

PENGERAJIN DAN PEDANG LEGENDARIS

67 parte Ongoing

Di sebuah negeri kuno, para pendekar hebat bertarung bukan hanya dengan kekuatan, tapi juga dengan jiwa pedang yang ditempa oleh Pengerajin Agung. Cerita berfokus pada Arka, seorang pengerajin muda yang tanpa sengaja menempa pedang legendaris yang dapat memilih tuannya sendiri. Namun pedang itu justru menyatu dengan dirinya. Arka harus bertarung, belajar, dan melintasi negeri penuh konflik demi menemukan rahasia warisan darahnya-bahwa ia bukan hanya pengerajin biasa, tapi penerus klan pembuat pedang suci yang telah punah. Halaman 1: Desa Tempa Api Panel 1: Gambar: Sebuah desa di lembah pegunungan, asap mengepul dari bengkel-bengkel besi. Teks narasi: "Di lembah terdalam negeri Nirbara, suara palu lebih nyaring dari doa..." Panel 2: Gambar: Seorang pemuda berkeringat, memalu besi dengan wajah penuh tekad. Teks dialog (Arka): "Aku tak akan menempa untuk perang. Tapi untuk harapan." Panel 3: Gambar: Pedang separuh jadi di atas tungku menyala. Api menyala tidak biasa-berwarna biru lembut. Teks narasi: "Tapi api punya kehendaknya sendiri..." --- Halaman 2: Percikan Tak Biasa Panel 1: Gambar: Arka meneteskan darah di besi tanpa sengaja. Teks narasi: "Sedikit luka, namun cukup untuk membangkitkan sesuatu yang lama tidur." Panel 2: Gambar: Besi menyerap darah dan mulai bersinar samar. Teks dialog (Arka): "Apa ini...?" Panel 3: Gambar: Pedang melayang perlahan dari tempatnya, belum selesai, tapi hidup. Teks narasi: "Ia belum jadi. Tapi sudah sadar." Kutipan halaman: "Tak semua yang hidup harus bernapas. Ada yang cukup dengan luka."