We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Segitiga Sama Kaki

Segitiga Sama Kaki

  • WpView
    Reads 492
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 17, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Karir sukses? Yes, walau hanya Editor Senior Tampang di atas rata-rata? Yes, boleh dong mengakui kelebihan sendiri Tinggi badan? Cukup menjulang, kok Suami? Ada, ganteng dan sempurna Berat badan? Bisakah kita SKIP pertanyaan yang itu? Well, aku yang diributkan sebagai perawan lapuk (kurang ajar sekali yang mengatakannya), ibuku mulai panik mencarikan jodoh untukku. Dan adalah seorang pangeran (aku menyebutnya demikian karena dia memang sempurna seperti Prince Charming) yang pasrah dijodohkan denganku, aku yang sangat... mmm... 'sedikit' tidak sempurna! Tapi, sepertinya sang Pangeran Charmingku punya "Skeleton in the closet" alias rahasia yang dia sembunyikan dari siapapun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jalan Pulang [Short Story]
  • My Tetangga My Friend [LENGKAP]
  • Bad Papa
  • Jenar (Gay)
  • Promise me and secret
  • Sister Complex {Exo Fanfiction} [Sedang di Revisi]
  • My Duchess / End
  • Crush [On Going]
  • The Man
  • Three Idiot Girls  ✔

Tara, umurnya sekarang sudah seperempat abad, namun ia masih juga tak pernah benar-benar melupakan satu nama dari masa SMA-nya, Khrisna. Tara hanya bisa memendam rasa saat Khrisna yang ceria, jahil, dan selalu jadi pusat perhatian malah menyukai orang lain. Tara tak pernah mengungkapkan perasaannya-hanya menyimpan semua dalam diam, dalam momen kecil yang cuma berarti untuk dirinya sendiri. Hingga tujuh tahun kemudian, setelah begitu banyak purnama dilewati, sebuah reuni kecil yang digagas Radi mempertemukan mereka kembali. Kini, Khrisna telah berubah-lebih tenang, lebih dewasa, tapi masih dengan senyum yang sama seperti dulu. Tara yang awalnya mengira perasaannya sudah reda, justru pelan-pelan kembali merasakannya tumbuh kembali. Cerita mereka berkembang lewat obrolan ringan, obrolan yang nyambung seperti dulu, tawa-tawa ringan, hingga momen nostalgia yang tak terduga. Tapi ini bukan kisah CLBK yang klise-karena dulu, mereka bahkan belum sempat benar-benar bersama. Mereka hanya pernah saling hadir, tanpa pernah saling tahu betapa dalam makna kehadiran itu. persuasif, april 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines