Story cover for Lucky One by honeypiexx
Lucky One
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jul 10, 2015
"Kau ini lama sekali." Kata seseorang dari dalam mobil.

"Lalu kenapa? Ada hubungannya denganmu?" Kataku tidak peduli.

"Yasudah." Jawabnya pergi meninggalkanku.

Lelaki itu memang menyebalkan. Sifatnya terlalu dingin untukku, walaupun dia baik. Dia jarang sekali tersenyum padaku. Sekalipun ia berbicara padaku, dia mengirit suaranya hingga tak pernah berbasa-basi.

Tetapi aku mencintainya. Jadi aku harus bagaimana?

Tiba-tiba dia menghilang tanpa jejak. Ia berhenti kuliah dan pergi entah kemana.

Sekarang dia kembali. Memintaku untuk menemani hari-harinya. Pantaskah itu? Meninggalkanku tiba-tiba lalu kembali dengan sejuta permintaan?

Apa aku harus minta penjelasan sebenarnya?

Sekarang aku mengerti. Sampai jumpa lagi Dave. Aku harap kau akan kembali
All Rights Reserved
Sign up to add Lucky One to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
ELZEAN [On Going] by AmourlieMourense
11 parts Ongoing
[ALASKA UNIVERSE 3] "Jika kamu menyukai langit dan laut, maka kamu harus siap menerima segala jenis cuacanya dan segala bentuk pasang surutnya."-Eliza. • • • "Gue cuma milik lo, selamanya." "Lo pembohong, Kak!" • • • Tentang Xaviera Eliza Araksa yang jatuh cinta pada pandangan pertamanya untuk seorang Albara Zeandra Rajasa. Meski Liza yang lebih dulu jatuh hati, namun nyatanya Zean lah yang mati matian berusaha membuat Liza percaya bahwa dia sangat mencintai Liza. Di saat semua yang Zean berikan sudah cukup membuat Liza percaya dengan cintanya, Liza malah di patahkan oleh satu fakta menyakitkan, membuatnya menjauhi Zean. Dengan susah payah Zean kembali berusaha mengembalikan kepercayaan Liza namun tak pernah lagi di anggap oleh gadis itu. Apakah nantinya Zean berhasil mendapatkan kepercayaan Liza?? • • • "Lo beruntung, Liz. Lo punya Daddy yang sayang banget sama lo. Lo punya keluarga besar yang selalu memprioritaskan lo." Eliza tersenyum miris, "Di balik itu semua, lo ga tau apa yang tuhan rebut dari gue, Sha." Hidup di dunia tanpa sosok seorang Ibu tentu sangat berat. Itulah yang Eliza rasakan. Ia di besarkan oleh Ayahnya seorang. Ibunya meninggal saat melahirkannya. Namun Eliza tidak kekurangan kasih sayang sedikit pun, karna Gaviano selaku Ayahnya mampu menjadi sosok Ayah sekaligus Ibu yang baik untuk Eliza. Eliza juga di kelilingi keluarga yang hangat dari sisi Ayah bahkan Ibunya. Ia di kelilingi teman teman yang baik. Tapi ia tetap ingin merasakan hangatnya kasih sayang seorang Ibu. "Jika kamu melihat kehidupan seseorang jauh lebih baik dan beruntung darimu, coba tanya, apa yang tuhan rebut darinya." Xaviera Eliza Araksa. DISCLAIMER! •fiksi and 100% murni karangan penulis •Ignore typo •Warning harsh word and aldult area, HARAP BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN! •All pict by pin •Setiap alur tidak ada kaitan apapun dengan face claim di real life. BE A SMART READER! •PLAGIAT HARAP MENJAUH Start: 07/01/2024 Finish:-
You may also like
Slide 1 of 9
Mungkin? (Tamat)  cover
AKALA ; My heart beats for Miss cover
THREE GIRLS AND ALL STAR  cover
Abadi Dalam Cerita  cover
ARBIAN [ ON GOING ] √ cover
Dinamika Ditengah Arus Waktu  cover
ELZEAN [On Going] cover
Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS] cover
Misi Kalisa (End) cover

Mungkin? (Tamat)

34 parts Complete

"Mungkin rasa untuknya masih ada. Tapi percayalah, bukan lagi dia yang di hatiku sekarang. Apa yang terjadi saat aku terlanjur mencintaimu? Apa itu salah? Tapi cinta tidak pernah salah." -Hasyakyla Vionetta C.- "Mungkin terlalu cepat. Saat aku terjatuh sejak pertama kali melihatmu. Aku terpana melihat senyummu. Hatiku terus bergetar saat berada di sampingmu. Tapi kamu masih saja melihatnya yang meninggalkanmu. Saat ini dia tidak lagi untukmu. Bisakah aku singgah sekarang? Atau haruskah aku menunggu lebih lama lagi?" -Abryan Marcelino- "Mungkin telah terlambat. Lalu sekarang siapa yang bisa disalahkan? Tidak ada. Cinta datang dengan sendirinya, tanpa tahu pada siapa dan untuk siapa. Sedang aku sendiri baru menyadari bahwa cinta itu datang padaku dan untukmu yang sedang mencintainya." -Ariella Callise D.-