We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Lucky One

Lucky One

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 30, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
"Kau ini lama sekali." Kata seseorang dari dalam mobil. "Lalu kenapa? Ada hubungannya denganmu?" Kataku tidak peduli. "Yasudah." Jawabnya pergi meninggalkanku. Lelaki itu memang menyebalkan. Sifatnya terlalu dingin untukku, walaupun dia baik. Dia jarang sekali tersenyum padaku. Sekalipun ia berbicara padaku, dia mengirit suaranya hingga tak pernah berbasa-basi. Tetapi aku mencintainya. Jadi aku harus bagaimana? Tiba-tiba dia menghilang tanpa jejak. Ia berhenti kuliah dan pergi entah kemana. Sekarang dia kembali. Memintaku untuk menemani hari-harinya. Pantaskah itu? Meninggalkanku tiba-tiba lalu kembali dengan sejuta permintaan? Apa aku harus minta penjelasan sebenarnya? Sekarang aku mengerti. Sampai jumpa lagi Dave. Aku harap kau akan kembali
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Traces in the Light
  • My Friend Is My Strength
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • Ex or New? [REVISI]
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • LOH MANTANN?!!
  • ALEYA~~

Traces in the Light Sebuah kisah tentang kehilangan, pengorbanan, dan harapan. Sudah tiga tahun sejak Nandika dan Raya berjalan ke arah yang berbeda. Bukan karena cinta mereka telah padam, tapi karena saat bersama, mereka justru saling melukai. Kini, Nandika mencoba menata hidupnya kembali. Ia memutuskan pergi ke sebuah tempat yang damai dan menenangkan untuk berlibur beberapa bulan,berharap bisa berdamai dengan semua kenangan yang belum juga usai. Namun, di tempat sunyi itu... Sebuah pertemuan tak terduga mengusik luka lama yang belum benar-benar sembuh. Di kejauhan, ia melihat seseorang yang sangat ia kenal-seseorang yang pernah mengisi harinya dengan cinta dan luka. Tapi ketika ia hendak memastikan, sosok itu lebih dulu pergi... meninggalkan pertanyaan menggantung di dadanya: "Apakah itu benar Raya... atau hanya bayangan dari rindu yang belum selesai?" Sementara itu, Raya hidup dengan ingatan yang tak lagi utuh. Ia mencoba menjalani hari demi hari, ditemani seseorang yang mencintainya tanpa syarat-yang selalu ada, bahkan saat Raya tak lagi tahu siapa dirinya dahulu. Dan di tengah terang yang samar, dua hati yang pernah saling menggenggam kini berjalan di garis yang nyaris bersinggungan. Apakah cinta yang pernah begitu kuat bisa menembus gelapnya ingatan? Atau justru... Takdir telah menyiapkan akhir yang lebih sunyi dari perpisahan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines