Kepercayaan ku Telah Hilang

Kepercayaan ku Telah Hilang

  • WpView
    Reads 541
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 2, 2013
Ada seorang anak laki-laki yang pintar, serius, cerdas, berambut hitam, kulit sawo matang, suka dekat dengan wanita mana pun walaupun dia sudah mempunyai pacar. Dia bernama Ferdinand Emerson, nama panggilannya Dinand yang bersekolah di School for the Talented and Gifted Magnet, dia mendapatkan juara 1 dikelasnya bahkan juara umum. Dia berpacaran dengan Demelza Aldercy sudah 2 tahun lebih. Demelza gadis yang baik, cantik, berambut hitam lurus, bermata coklat, dan kulitnya putih. Bagaimanakah kisah cintanya? ayoo baca sekarang.. :)
All Rights Reserved
#3
bulanku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maukah kau Menunggu ku?
  • My Ice Cream
  • Masuk ke Novel, Malah Jadi Love Interest!? (bxb)
  • The Perfect Strangers
  • Protective Brother
  •  CLARLEX
  • UNSTABLE DAYS || [END]✔
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • My Ketos Aldarez [SUDAH TERBIT]

**Prolog** seorang gadis remaja bernama Queensha Valeria Alastair, atau yang akrab disapa Caca atau Queen. Dengan senyum yang cerah dan mata yang bersinar, Caca baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-17 pada bulan April lalu. Sejak kecil, Caca dibesarkan dalam lingkungan yang penuh kasih sayang oleh ibunya, Chintya Putry dan ayahnya, Arjuna Mahesa Alastair, yang selalu mendukung setiap langkahnya. Kini, di bangku SMA 1 Jayakusuma, Caca sudah kelas 11 IPA dengan segala harapan untuk bisa masuk di unversitas yang ia inginkan dari bangku smp. Di tengah rutinitas dan tuntutan akademisnya, satu sosok menghadirkan warna berbeda dalam kehidupannya-Zalleon Arya Nicholas, atau yang biasa dipanggil Leon. Leon, dengan segala pesona dan kehangatannya, telah membuat Caca terpesona. Meskipun mereka berada di kelas yang sama, ada jarak yang memisahkan usia di antara mereka-Leon sudah berusia 18 tahun sejak bulan Desember yang lalu, sementara Caca masih menapaki usia remajanya dengan penuh antusias. Saat musim semi beranjak ke musim panas, dan hari-hari berlalu dengan gemuruh dan tawa remaja, Caca menemukan dirinya terjebak dalam perasaan yang tak bisa ia ungkapkan sepenuhnya. Di balik tatapan-tatapan sederhana dan obrolan-obrolan ringan, tersimpan harapan dan rasa yang dalam. Apakah Leon merasakan hal yang sama? Apakah kisah cinta mereka akan mekar seperti bunga di musim semi, ataukah hanya menjadi angin lalu di tengah hiruk-pikuk dunia remaja mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines