Being His Unloved Wife

Being His Unloved Wife

  • WpView
    LECTURAS 80,488
  • WpVote
    Votos 4,273
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ene 27, 2017
Mengapa aku harus mengetahui kenyataan bahwa dirimu tidak pernah mencintaiku disaat aku sudah jatuh terlalu dalam pada pesonamu? Mengapa aku terlalu bodoh untuk menyadari bahwa arah pandangan matamu tidak akan pernah melihat kepadaku? Mengapa aku terlalu egois untuk tidak membiarkan saja dirimu berbahagia bersama perempuan yang engkau cintai? Apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan sedikit saja rasa cintamu, sekilas saja tatapan matamu, sedetik saja senyuman manismu, sepatah saja ucapan lembutmu? Dan pada akhirnya aku akan membuang semua egoku untuk melihat engkau bahagia dengan dia yang engkau cintai.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • [COMPLETED] 7 Days
  • ONE MORE TIME
  • SEBENING CINTA (TAMAT)
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Cinta Istri Pengganti✔
  • All I ASK
  • Getting Married With Enemy
  • About Love Story Q & A
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido