Me and The Husband

Me and The Husband

  • WpView
    Reads 6,075
  • WpVote
    Votes 162
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 30, 2015
Namaku Dilara Majnun Mehmed. Umurku 24 tahun. Aku bekerja sebagai editor majalah. Hidupku biasa-biasa saja dan aku tidak mengharapkan yang lain lagi. Impianku hanya satu yaitu menjadi editor terkenal. Apa kalian tahu? Ada satu pertanyaan klasik namun menggigit yang akan membuat sekelompok orang langsung terpekur diam dan senyum-senyum tidak jelas. Pertanyaan itu dikelompokkan kepada sekelompok orang yang telah dirasa cukup. Cukup umur. Cukup harta. Cukup tahta. Cukup tua. Dan entah cukup apa lagi. Yup, menikah. Kalian benar sekali, aku adalah salah satu calon korban kawin paksa dizaman serba ‘smart’. Guys, aku orang yang gak bisa nulis summary kalau kalian suka silahkan baca. Happy reading guys
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalau Sudah Jodoh, Mau Bagaimana Lagi?
  • Tiga Lelaki Satu Hati [END]
  • Belum Siap
  • Turun Ranjang
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Melahirkan Anak 3 Billionaire [END]
  • Reputation
  • Candy & Chain (COMPLETED)

Berawal jadi model hingga merambah ke dunia influencer membuat hariku menyenangkan. Gimana gak menyenangkan, kerja cuma modal cuap-cuap sendiri depan handphone tapi cuan mengalir deras. Bahkan dari profesiku itu, sebuah perusahaan dari Negeri Tirai Bambu tertarik untuk menjadikanku Brand Ambassador salah satu smartphone yang akan mereka keluarkan. Sumpah, gak nyangka banget. Aku yang hanya remahan rengginang tapi masih krauk untuk di makan, bisa jadi Brand Ambassador. Bukan kaleng-kaleng, Bestie... Tapi dari sana, aku bertemu dengan lelaki gila yang membuat hidupku jungkir balik seketika. Sampai aku akhirnya percaya bahwa cinta dan benci itu memang beda tipis. Mau tahu kelanjutannya bagaimana? Jangan lupa di iqro alias dibaca aja, oke? Oya, kisahku ini di tulis Ambu beberapa bulan yang lalu. Tapi Ambu baru posting sekarang karena katanya ceritaku gak mau gantung kayak tetangga sebelah. So, enjoy with my story. Halah, gaya-gayaan pake bahasa Enggres, nguomong medhok tok. Bekasi, 1 April 2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines